Selamat Datang di Korean First

Pendidikan Terbaik Untuk Siswa Terbaik

‘해장 – Haejang’ : Makanan adalah Obat Untuk Mengatasi Rasa Mabuk

Sudah bukan lagi menjadi sebuah rahasia kalau masyarakat Korea Selatan memiliki tradisi “minum-minum” yang sangat kuat. Bahkan pada tahun 2014, di kutip dari situs Business Insider, Korea Selatan menjadi negara di urutan pertama sebagai negara yang penduduknya paling banyak mengkonsumsi minuman beralkohol, yaitu rata-rata 11,2 shot setiap minggunya. Akibat dari kebiasaan masyarakat yang suka minum-minum ini, tak ayal lagi orang Korea membutuhkan pengobatan cepat untuk rasa mabuk yang diderita.

Ada banyak cara bagi orang Korea untuk mendapatkan kembali kesadaran mereka pasca mabuk-mabukan semalam suntuk. Akan tetapi hanya ada satu hal cara ampuh yang dipercayai banyak orang Korea untuk mengatasi pening dan badan yang sakit akibat mabuk-mabukan, yaitu haejang.

Haejang merupakan kata majemuk yang berasal dari karakter Tiongkok—Hanja yang berarti “mengobati mabuk”; Hae adalah karakter hanja untuk ‘mengobati’ dan Jang sendiri berarti ‘mabuk’.

Tradisi haejang ini sebenarnya beragam jenisnya, zaman sekarang sudah banyak sekali produk-produk makanan atau minuman yang diniscayai bisa mengurangi “hangover”, seperti es krim, minuman berenergi, dan lain-lain. Akan tetapi, dari semua cara tersebut, hanya satu yang paling populer, yaitu haejangguk (해장국).

Haejangguk berasal dari kata haejang (해장) dan guk (국) yang berarti “sup” dalam bahasa Korea, maka makna dari istilah haejangguk adalah sup untuk mengobati rasa mabuk.

Istilah haejangguk kemudian merujuk pada sup-sup yang biasanya dibuat untuk mengobati rasa sakit akibat mabuk. Ada banyak sup  yang biasanya dimakan saat seseorang ingin mendapatkan kembali kesadarannya pasca mabuk, antara lain adalah Sundaeguk (sup dengan potongan daging babi), Kimchi Jjigae (Sup kental kimchi), dan Sundubujjigae (sup kenal tahu). Akan tetapi, jika tinggal sendiri dan tidak dapat memasak sup, kebayakan orang Korea akan menggantinya dengan ramyeon atau mie instand. Makanya, di dalam drama Korea pasti kalian sering lihat tokoh utama yang baru saja mabuk-mabukan pada malam harinya akan sarapan dengan me instan atau ramyeon.

Semangkuk sup hangat untuk menyadarkan diri

A post shared by charlie0353 (@charlie0353) on

 

Tak ada sup? Ramyeon pun jadi!

Ăn từ trưa, h nhìn hình lại đói 🙁 #korean #ramyeon #kimchi #pic_by_na #homecook

A post shared by Gina (@ginanguyen27) on

Namun ternyata, kebiasaan haejang ini bukanlah tanpa alasan. Orang Korea percaya kalau rasa sakit akibat mabuk itu tidak boleh dibiarkan begitu saja, akan tetapi harus diobati sesegera mungkin. Choi Sei-hwan, presiden dari Korean Medical Society, menyatakan bahwa, “ Makan bisa membantu untuk ‘bangun’ dari alkohol. Jika kamu tidak makan sepanjang hari, itu sama saja seperti kamu tetap mabuk sampai siang hari. Memakan makanan yang manis berkandungan glukosa juga bisa membantu.”

Namun, Choi Sei-hwan sebenarnya lebih menyarankan untuk melakukan Haejang atau mengobati rasa mabuk tersebut justru sebelum pergi tidur. Dengan memakan makanan yang merupakan obat untuk rasa mabuk sebelum tidur, hal itu akan mengurangi rasa sakit yang berlebihan pada keesokan paginya dan mencegah pengaruh alkohol untuk mempengaruhi diri secara keseluruhan.

Hal yang menganggumkan dari tradisi haejang ini adalah bagaimana masyarakat Korea sadar betul atas konsekuensi kesukaan mereka pada meminum-minuman beralkohol. Hingga akhirnya, mereka terus mencoba mencari cara untuk menanggulangi rasa sakit akibat mabuk-mabukan.

(Diterjemahkan dengan pengubahan dari Korea Exspose | Pictures taken from pixabay.com and Flickr.com  by edited)

 

 

KOREAN FIRST © 2018