Selamat Datang di Korean First

Pendidikan Terbaik Untuk Siswa Terbaik

40 Persen Pelajar SMA di Korea Tidak Tidur Cukup

 

Bagi kalian yang sekarang masih duduk di bangku SMA pasti sering sekali begadang untuk mengerjakan PR atau tugas kelompok. Namun, apakah kalian mengalaminya setiap hari? Tentu saja tidak, pasti ada saat-saat dimana kalian tidur cukup dan bisa menghabiskan waktu untuk bermain-main.

Namun, hal ini tentu sangat berbeda dengan apa yang dialami pelajar SMA di Korea. Sekitar empat puluh persen dari pelajar SMA di Korea hanya bisa tidur dibawah enam jam setiap harinya. Data ini dikeluarkan oleh Kementrian Pendidikan Korea.

Kementrian Pendidikan Korea melakukan survei kepada 82.883 pelajar di Korea dari sampel yang diambil dari 765 Sekolah di seluruh Korea dari bulan April hingga September pada tahun 2016. Tujuannya adalah untuk menginvestigasi atau mempelajari kesehatan para pelajar.

Kekurangan tidur seperti ini paling sering terjadi di kalangan pelajar SMA. Hal ini berdasarkan data yang dihasilkan yaitu tiga persen pelajar sekolah dasar mengatakan bahwa mereka tidak tidak lebih dari enam jam, lalu 12 persen pelajar SMP menyatakan hal yang sama, hingga akhirnya yang paling banyak 43,9 persen pelajar SMA.

Provinsi Daejon merupakan provinsi yang paling banyak memiliki pelajar yang mengalami  kekurangan tidur yaitu sebanyak 61,6 persen pelajar. Disusul dengan provinsi Geyongsang Utara sebanyak 49,2 persen  pelajar, Seoul sebanyak 48,9 persen pelajar, dan Jeju sebanyak 48,5 persen pelajar.

Alasan para sista ini tidak memiliki waktu tidur yang cukup adalah sesi belajar pribadi mau pun bimbingan belajar, yang berada di luar dari jam sekolah normal. Rata-rata pelajar di Korea, khususnya pelajar SMA mengikuti bimbingan belajar dan belajar hingga jam 11 malam, namun kebanyak dari mereka pun menambah jam belajar mereka hingga lewat tengah malam.

Km Byeong-wook yang merupakan perwakilan dari partai pemerintah mengatakan bahwa fakta ini sangatlah memalukan (menyedihkan) karena nyaris separuh pelajar SMA tidak bisa tidur lebih dari enam jam karena beban akademis.

“Kemampuan akademis itu penting, tapi kesehatan juga (penting). Sesi belajar larut malam perlu dihapuskan,” lanjut Kim Byong-wook.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa kurang tidur seperti ini diketahui memiliki efek negatif pada kesehatan, selain itu, tidur yang kurang justru dapat mempengaruhi nilai akademi akibat gangguan fokus.

(Diterjemahkan dengan pengubahan dari Korean Times)

 

KOREAN FIRST © 2018