KOREAN FIRST

Pendidikan Terbaik Untuk Siswa Terbaik

Dampak dari Kenaikan Upah Minimum (UMR) di Korea, 7 Pekerja Asing pun Dipecat

Sebuah kebijakan publik yang diberlakukan pemerintah memang bertujuan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dan juga untuk menyejahterakan masyarakat lebih luas lagi. Namun sayangnya, kadang kebijakan terebut ternyata masih memberikan dampak tidak menyenangkan bagi sebagian masyarakat.

Pada awal kuarter ketiga tahun 2017 lalu, pemerintah Korea memutuskan sebuah kebijakan baru yang disambut gembira bagi kaum pekerja, yaitu kenaikan gaji minimum perjam pekerja sebanyak 16,4 persen, menjadi 7.530 Won (baca:Upah Kerja Minimum (UMR) di Korea Naik 16,4% pada Tahun 2018 ). Kebijakan ini bagaikan angin segar ditengah perkembangan industri Korea yang semakin pesat karena merupakan kenaikan gaji paling besar selama beberapa tahun terakhir ini.

Sayangnya, kebijakan ini justru bukanlah kabar gembira bagi para pemilik usaha. Ada banyak pemilik usaha yang kekurangan dana atau bermodal kecil akhirnya memutuskan untuk mengurangi jumlah pegawai dengan memecat staf mereka. Sektor yang paling pertama mengalami dampak dari kebijakan ini adalah agensi pencari kerja bagi orang asing.

Beberapa karyawan dari 34 agensi yang merekrut para pekerja asing di seluruh Korea Selatan telah menjadi korban dari kebijakan yang sesungguhnya tampak menggiurkan itu. hal ini terjadi karena para pemilik agensi pekerja tersebut berusaha menyeimbangkan dana pemerintah dan kenaikan upah tersebut. Alhasil, tujuh pekerja atau agen dari agensi tenaga kerja yang gajinya dibayar oleh kementrian ketenagakerjaan dan tenaga kerja  Korea Selatan dipecat tahun ini. Dengan berkurangnya jumlah pekerja ini, hanya 52 dari 59 pegawai saja yang dapat mendapatkan manfaat dari kebijakan baru ini sementara 7 orang yang dipecat tersebut harus menelan pil pahit dar kebijakan baru ini.

Di antaa para pekerja yang telah dipecat tersebut, salah satu diantaranya adalah wanita asal Thailand (38) yang telah bekerja di sebuah agen perekrutan di Kota Gwangju sejak tahun 2010. Dia telah membantu para pekerja migran Thailand dan para migran yang menikah dari negara Asia Tenggara selama kurang lebih 7 tahun. Ia pun mengaku sesungguhnya telah merasa cukup puas meski tanpa adanya kenaikan gaji. Menurut laporan yang ditulis oleh laman berita The Korean Times, wanita asal Thailand yang enggan disebutkan namanya ini benar-benar tidak mengerti mengapa dia harus dipecat saat dia bahkan tidak menginginkan kenaikan gaji tersebut.

Kondisi ini pun sesungguhnya tidak hanya meresahkan para pekerja asing yang bekerja di Korea, namun para pekerja dan karyawan Korea Selatan pun merasakan keadaan genting tersebut. Seorang wanita warga negara asli Korea yang berusia 50-an telah bekerja dengan dua konsultan asing di sebuah agen di Provinsi Gyeongsang Utara. Sayangnya, setelah kebijakan kenaikan upah minimum tersebut diterapkan, agensi justru memilih untuk memecatnya lantaran bagi agensi tempat ia bekerja para pekerja asing lebih miskin dari dia dan mereka memilih untuk tetap mempekerjakan para pekerja asing.

Dana yang diberikan oleh Kementrian tenaga kerja Korea kepada agensi tenaga kerja bagi pekerja asing mengalami peningkatan tahun ini menjadi 982 juta Won dari tahun lalu yang hanya 722 juta Won. Akan tetapi, meskipun mengalami peningkatan subsidi pemerintah Korea kepada setiap pekerja asing dari 1,1 juta Won menjadi 1,57 juta Won, dikarenakan adanya kebijakan upah minimum tersebut, tetap saja para agensi tenaga kerja asing serta lembaga-lembaga yang berhubungan dengan sektor tersebut mengalami kesulitan untuk mengelola gaji mereka.

(Source: The Korean Times)

 

Baca juga:

Sebegitu Sulitnya Masuk Kerja di Korea, Pria Ini Ditolak Kerja Hanya karena Dia Botak!

Pemerintah Korea Berjanji Untuk Membuka 810.000 Lapangan Kerja Umum

Ulala! Ini Loh 4 Manfaat Bekerja di Korea, Dikutip dari Kisah Nyata Para TKI Negeri Ginseng!

13.000 Pekerja Asing Tanpa Dokumen Ditangkap Oleh Pemerintah Korea Tahun Ini

Belajar Bahasa Korea Susah dan Ribet? Begini Praktisnya Belajar Bahasa Korea Secara Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOREAN FIRST © 2018