Selamat Datang di Korean First

Pendidikan Terbaik Untuk Siswa Terbaik

Di Bawah Kepemimpinan Presiden Moon, Korea Semakin Memperhatikan Nasib Pekerja Perempuan

Tahun ini merupakan tahunnya para pekerja di Korea, hal ini sangat terlihat bagaimana pemerintah Korea berusaha keras menyejahterakan kehidupan kaum buruh di negaranya. Setelah menyatakan akan meningkatkan upah minimum pekerja sebesar 16,4 persen pada tahun 2018 menjadi 7.530 Won, pemerintah Korea rupanya berencana untuk terus meningkatkan upah minimum pekerja hingga 10.000 Won secara berkala dari tahun ke tahun. Selain itu, pemerintah pun sedang menetapkan langkah-langkah konkrit untuk mencegah terlambatnya pemberian gaji kepada pekerja agar tidak ada lagi pekerja yang merasa dirugikan

 

Baca juga:

Pemerintah Kota Seoul akan Mengadakan Job Fair Bagi Warga Asing

Upah Kerja Minimum (UMR) di Korea Naik 16,4% pada Tahun 2018

Pemerintah Korea Berjanji Untuk Membuka 810.000 Lapangan Kerja Umum

9 Alasan Mengapa Kamu Harus Bekerja di Korea

 

Selain segala usaha untuk menyejahterakan pekerja secara umum, ternyata, pemerintah Korea pun tidak lupa meningkatkan perhatian mereka pada pekerja perempuan yang selama ini menjadi pihak yang dinomorduakan. Banyak sekali perusahaan Korea yang lebih mengutamakan pekerja laki-laki daripada pekerja perempuan lantaran bagi mereka, pekerja perempuan atau pegawai perempuan akan memiliki performa yang menurun setelah mereka berkeluarga apalagi jika memiliki anak.

Maka dari itu, pemerintah Korea akan memperluas penggunaan sistem jam kerja yang fleksibel khusus bagi pekerja perempuan.  Di bawah status quo, pekerja perempuan dapat mendaftar jam kerja yang bisa disesuaikan selama masa kehamilan dan penjagaan anak. Sistem in pun akan semakin diperluas sehingga bisa juga digunakan untuk merawat keluarga, studi, dan pelatihan.

Kebijakan ini akan diterbitkan sebagai salah satu usaha pemerintah untuk mendorong angka kelahiran anak yang kian tahun menurun di Korea. Selain itu pemerintah pun akan memfasilitasi perawatan anak tersebut. Ditambah lagi, pemerintah juga akan meningkatkan tunjangan cuti untuk mengasuh anak dan memperbanyak ‘cuti orangtua’ kepada suami agar tetap dapat menikmati hari-harinya bersama keluarga dan merawat mereka.

Rasa kepedulian pemerintah Korea yang besar kepada kaum buruh dan pekerja ini patutlah kita acungi jempol karena tidak hanya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, namun juga menghentikan deskriminasi sosial yang telah lama menjadi momok di masyarakat.

(Sumber Korean Times)

KOREAN FIRST © 2018