Selamat Datang di Korean First

Pendidikan Terbaik Untuk Siswa Terbaik

Drama Non-Romantis Kini Lebih Menarik Perhatian Penonton

Bagi kalian yang seorang pecinta drama Korea kelas wahid pasti menyadari bahwa akan ada satu titik ketika kalian merasa jenuh menonton drama romantis. Kebanyakan dari drama Korea, memang tidak bisa lepas dari tema romatis karena tema ini seperti “micin” yang menyedapkan drama tersebut. Namun belakangan ini, para produser drama Korea sendiri mulai “menyerah” dalam menggarap drama romantis yang sekarang sepertinya mulai redup karena melihat tanggapan para pemerisa dan penonton drama yang merasa bahwa kisah cinta romantis yang ada di setiap drama selalu serupa dan lebih baik tidak dimasukan saja sekalian.

Contohnya saja “Temperature of Love”, sebuah drama komedi romantis yang digarap oleh stasiun televisi SBS, pada mulanya menunjukkan respon yang kuat dari para penonton namun sekarang telah kehilangan momentumnya dan menjadi drama yang ‘biasa-biasa’ saja.  Sementara itu drama “Hospital Ship” yang tayang di MBC pun berakhir sama. Ide unik yang ditawarkan dari drama ini seketika itu juga terasa hambar ketika alur cerita mulai berfokus pada cinta segitiga para tokohnya karena pada akhirnya drama ini pun menjadi sangat melow.

Nah, di lain pihak, Drama TvN yang diambil dari cerita webtoon “Avengers Social Club”, “Witch’s Court” dan “Mad Dog” yang tayang di KBS, popularitasnya semakin menanjak. Padahal, drama-drama tersebut tidak menampilkan cerita romantis yang biasanya selalu ada di dalam drama Korea mana pun.

A post shared by Aziyah Hazrina (@aziyahhazrina) on

Drama “Avengers Social Club” yang tayang pada hari Rabut dan Kami dibintangi oleh tiga aktris papan atas yaitu Lee Yo-won, Ra Mi-ran, dan Myung Se-bin. Mereka memerankan tiga orang wanita yang berasal dari lapisan masyarakat yang berbeda-beda dengan memiliki masalah mereka masing-masing. Hal yang menarik drama ini adalah jalan cerita begitu fokus pada hubungan dekat yang terjalin di antara ketiga orang wanita tersebut. Drama ini juga menceritakan tentang keingin membalas dendam karena masing-masing dari mereka telah menjadi korban penganiyayaan. Dengan plot yang tidak ada sedikitpun sangkut pautnya dengan romansa, drama ini rilis pada tanggal 11 Oktober dengan menarik 2,9 persen penonton namun langsung melejit menjadi 5 persen pada episode ketiga.

Jung Duk-hyun, seorang kritikus budaya, mengatakan bahwa isu yang diangkat oleh drama ini begitu erat kaitannya dengan perempuan. Akan tetapi, tidak hanya tentang isu-isu perempuan, drama ini juga merefleksikn realita—dunia yang penuh kekejaman—sehingga para penonton pun bisa mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari mereka.

Drama lainnya seperti “Witch’s Court” yang mengakat tema hukum dan drama tentang penipuan asuransi seperti “Mad Dog” pun mendapatkan ulasan yang sangat positif dari penonton.  Meskipun tidak sepenuhnya terbebas dari romansa, drama “Witch’s Court” ini lebih terfokus untuk mengangkat tema tentang kejahatan kepada anak dan perempuan sehingga para penonton pun tetap berada di jalur mereka. Sementara drama “Mad Dog” membawa ketegangan bagi penontonnya akibat kasus-kasus penipuan asuransi dan tim pengejaran mereka sedang seru-serunya.

“Dalam kasus (drama) komed romantis yang mencakup isu-isu sosial dalam ceritanya, adegan romantis dapat bekerja dan memberi keuntungan. Akan tetapi apabila adegan percintaan yang klise tiba-tiba ‘mengambil alih’ drama yang sebenarnya diterima dengan baik, terlepas dari tema umum, para penonton merasa bahwa romansa tersebut tidak pada tempatnya,” imbuh Jung.

Yah, pada akhirnya, kebanyakan micin juga gak baik buat kesehatan. Hehehe.

(Diterjemahkan secara bebas dari The Korean Times)

 

KOREAN FIRST © 2018