Selamat Datang di Korean First

Pendidikan Terbaik Untuk Siswa Terbaik

Menjamurnya Acara TV ‘Copycat’ di Korea

 

Belakangan ini sedang ramai sekali diperbincangan di Korea ketika banyak program serta acara televisi di Tiongkok yang secara terang-terangan ‘menjiplak’ program televisi di Korea; dari setting tempat, format acara, hingga judul program yang sangat mirip. Akan tetapi, jika kita bisa melihat hal ini lebih jeli, kondisi serupa ternyata dialami juga oleh televisi-televisi lokal yang ada di Korea.

Lokal broadcaster belakangan ini selalu menampilkan format yang serupa, namun berusaha untuk menghindari tuduhan plagiarisme dengan mengubah beberapa hal.

Contohnya saja seperti program KBS khusus  hari libur Chuseok “Let Me Stay for One Night” yang menampilkan para selebriti untuk pergi ke luar negeri dan meminta tolong kepada orang asing untuk tinggal di tempatnya selama satu hari. Progam ini ‘agak mirip’ dengan ”Let’s Eat Dinner Together” yang merupakan acara televisi JTBC. Hanya saja, yang membedakannya adalah jika acaa dari KBS meminta untuk tinggal semalam, acara ini hanya meminta untuk makan malam bersama.

Selain itu ada beberapa acara TV lainnya seperti “I Came Alone” milik KBS yang menuai kontroversi karena mirip dengan “Heart Signal” milik Channel A, karena menampilkan pasangan muda yang melakukan perjalanan selama tiga hari. Selain dua acara TV tersebut, KBS juga memiliki acara TV lainnya yang mirip atau serupa, yaitu “Line Up” yang nyaris menyerupai “Night Goblin” JTBC.

Tidak hanya KBS, SBS pun kurang lebih melakukan hal yang sama dengan acara TV-nya yang berjudul “Box Life”. Acara TV ini tampaknya mengambil ide dari acara mereka sendiri yang tayang secara online sebelumnya, yaitu “99 Second Review”, yang rupanya hanyalah versi panjangnya semata.

Pasca liburan Chuseok, program-program TV ‘copycat’ ini terus menjamur dan muncul. Lagi-lagi, salah satu acara terbaru KBS berjudul “Dragon Club”, yang tayang pada tanggal 10 Oktober lalu memberikan kemiripan dengan gabungan dua acara milik  TvN yaitu “Youth Over Flowers” dan “Youn’s Kitchen”.

Bahkan program milik SBS yang akan datang berjudul “It’s Okay to Get Crazy” pun agak memiliki kemiripan dengan “I Live Alone” karena menunjukkan kehidupan pribadi para selebriti.

Sebenarnya, kebiasaan ‘copycat’ yang menunjukkan format yang mirip-mirip seperti ini bukanlah hal yang baru di industri populer Korea. Bahkan ‘orang dalam’ dari industri ini pun mengakui apa bila ada satu acara atau program yang mendapatkan kesuksesan, maka stasiun-stasiun TV lainya akan berlomba-lomba membuat program yang mirip akan tetapi dengan cara mereka sendiri, entah itu music show, survival talent show, atau bahkan family show.

Contohnya saja KBS “Superman is Back” memiliki ide yang sama dengan MBC “Dad! Where Are you Going?” sementara itu KBS”Immortal Song” juga memiliki konsep yang sama dengan  MBC ”I Am a Singer”. Lalu, hal yang baru-baru ini populer seperti “The Unit” pada dasarnya merupakan ‘remake’ dari “Produce 101” yang tayang di Mnet.

“Dalam beberapa tahun belakangan ini Channel TV kabel telah menyiarkan banyak sekali variety shows yang obervasional, (acara) ini memiliki format yang lebih sedikit memakan biaya. Seiring dengan rating yang terus menanjak dan kesuksesan komersial, broadcaster besar pun mengikuti mereka dan menggunakan format yang sama,” ungkap salah satu staf broadcaster lokal. “Para Broadcaster sekarang ini dituntut untuk memahami bagaimana membuat acara yang menyenangkan tanpa harus menggunakan terlalu banyak staf atau pun pengeluaran yang berlebihan seperti dulu.”

Beberapa pihak juga mengakui adanya demo besar-besaran serta pem-boycott-an yang dilakukan para pekerja dari KBS dan MBC beberapa bulan belakangan ini pun mendorong tren ‘copycat’ ini lebih jauh karena stasiun televisi memerlukan acara untuk terus ditayangkan. Demo ini terjadi lantaran para pekerja atau broadcaster KBS dan MBC memaksa presiden perusahaan mereka untuk mengundurkan diri lantaran ketidakadilan dalam praktik kerja yang mereka alami.

(Diterjemahkan secara bebas dari Korean Times)

 

 

 

KOREAN FIRST © 2018