Selamat Datang di Korean First

Pendidikan Terbaik Untuk Siswa Terbaik

Para Pemirsa Korea Merasa “Tidak Nyaman” dengan Gaya Hidup Selebriti Korea di TV, Kok Bisa Ya?

Akhir-akhir ini, telah banyak sekal program televisi dan reality show yang cenderung menunjukkan serta mengungkapkan kehidupan sehari-hari para selebriti di Korea. Hal ini karena acara-acara seperti ini merupakan acara yang mengambil bagian yang cukup besar dari tayangan televisi di Korea. Namun, bukannya menghibur dan menarik bagi para penonton televisi di Korea, pemirsa Korea justru mengungkapkan ketidaknyamanan mereka saat menonton beberapa reality show yang baru-baru ini menampilkan gaya hidup selebriti yang mewah secara terang-terangan.

Contohnya seperti realit show yang tayang pada hari Minggu di JTBC “The Stranger” yang mulai tayang pada bulan lalu. acara ini bertujuan untuk menggambarkan perjuangan para selebriti Korea yang tinggal di lua negeri dan mengungkapkan kehidupan pemain basebal Choo Shin-soo. Aktris Seo Min-jung dan pianis kenamaan Korea, Sunwoo Ye-kwon.

Dengan menonton reality show seperti itu, pihak produksi dari acara ini memiliki atensi agar para permirsa televisi dapat merasakan  perasaan para selebriti yang harus tinggal di negeri asing dan bagaimana mereka menghadapi kesulitan sebelum akhirnya berhasil untuk hidup baik di luar negeri.

Di dalam reality show tersebut ditayangkan pemain baseball Texas Rangers, Choo dan Keluarganya, tinggal di mansion yang sangat megah seperti mansion yang sering muncul di dalam film. Anaknya sendiri pun sepertinnya sangat mahir bermain hockey, lantas Choo yang memiliki pendapatan tahunan sampai 20 juta dollar ini sembari bercanda mengatakan pada istrinya haruskah mereka membuat gelanggang es di rumah mereka. Aktris Seo Min-jung pun ditampilkan sedang bertamasya dengan keluarganya di the Hamptons, sebuah teman bermain esekutif yang ada di Long Island, biasanya tempat banyak selebriti menghabiskan musim panas.

Seorang pekerja kantoran yang tinggal di New York, Park Jun-oh, mengatakan, “Saat menunton acara itu, saya langsung mematikan (tv) di tengah-tengah. Rasanya salah untuk membicarakan tentang kesulitan-kesulitan yang dialami sembari menunjukkan kehidupan keluarga seorang pemain liga utama yang sangat kaya atau pemilik rumah sakit gigi di Manhattan. Mereka bukan lagi orang asing di Amerika dan mereka telah terhitung dalam top class.”

Park Jun-oh pun menambahkan bahwa orang-orang tersebut telah terkenal dengan kerja keras mereka untuk mencapai kesuksesan mereka. Jika memang acara ini bertujuan untuk menayangkan kehidupan orang Korea yang bekerja keras setiap hari untuk mengejar impian mereka di luar negeri, seharusnya mereka meliput para mahasiswa dan pekerja Korea yang tinggal di sana karena orang-orang tersebut berjuang dengan uang sewa yang terus naik, biaya asuransi kesehatan dan kebijakan imigrasi yang tidak bersahabat.

Selain acara tersebut, stasiun TV SBS yang menayangkan reality show lain bertajuk “Same Bed, Different Dreams 2: You Are My Destiny” pun mendapat serangan dari para penonton layar kaca karena menunjukkan pasangan selebriti muda yang hendak menikah, yaitu Jang Shin-young dan Kang Kyung-joon, yang ingin membeli rumah dengan anggaran 1 Miliar Won dan mengungkapkan kekhawatiran mereka karena tidak bisa membeli rumah yang mereka inginkan sesuai anggaran mereka.

Stasiun TV MBN yang sama-sama ikut besaing dalam menayangkan reality show serupa dengan judul “Happily Unmarried Girls” baru-baru ini pun menayangkan seorang aktris yaitu Lee Tae-im yang sedang mencari rumah baru. Aktris berusia 31 tahun tersebut mengatakan bahwa rumah idamannya adalah rumah yang menghadap ke Sungai Han dan saat ia mengunjungi rumah-rumah dengan harga 3 miliar Won, dia mendesh karena tidak bisa memilikinya. Dia juga mengakui bahwa ia hampir menangis karena rumahnya terlalu mahal.

Jung Duk-hyun, seorang kritikus budaya, mempertanyakan mengapa reality show yang tayang di televisi nasional membuat perasaan penonton teleivisi menjadi tidak nyaman. Ia pun mengatakan, “Kekhawatiran yang dialami selebriti sesungguhnya tidak dapat ibagi dengan pemirsa yang merupakan orang biasa, mereka (selebriti) hanya akan mendapatkan senyuman pahit saja.”

Kritikus lain, yaitu Kim Kyo-suk pun menambahkan bahwa acara “The Stranger” lebih seperti acara yang menampilkan kehidupan selebitis yang memasuki kelas atas di Amerika Serikat. Acara tersebut didasari dari rasa ingin tahu orang-orang dan menimbulkan keirian terhadap kekayaan materi yang dimiliki oleh selebriti itu.

“Ketika para selebriti tersebut mengatakan bahwa mereka mengalami diskriminasi ras dari teras indah rumah mereka yang menghadap ke Manhattan, kita tidak bisa berekspektasi membuat para permirsa yang menonton acara ini dari rumah-rumah kecil mereka  di pemukiman pada penduduk untuk meneteskan air mata atas kisah-kisah selebriti tersebut.,” ungkap Kim Kyo-suk lagi.

 

(Source: Korean First)

Baca juga:

Dampak dari Kenaikan Upah Minimum (UMR) di Korea, 7 Pekerja Asing pun Dipecat

Belajar Bahasa Korea Susah dan Ribet? Begini Praktisnya Belajar Bahasa Korea Secara Online

Puluhan hingga Ratusan Guru Bahasa Inggris Terancam Pengangguran di Korea Akibat Kebijakan Baru ini…

Kenapa Ya Budaya Korea Selatan itu Sangat Materialistis?

Kenapa Sih Sistem Perhitungan Umur di Korea Selatan itu Ribet Banget!?

KOREAN FIRST © 2018