Selamat Datang di Korean First

Pendidikan Terbaik Untuk Siswa Terbaik

Pembangunan “Hannam Newtown District 3” Disetujui, Inikah Akhir bagi Distrik ‘Multikultural’ Itaewon?

Siapa pun yang berkunjung ke Seoul, Korea Selatan, pasti ingin menyambangi Itaewon untuk menikmati suasana lingkungan daerah ini. Sebagai salah satu distrik yang berada di pusat kota Seoul, Itaewon merupakan daerah paling menarik dan beragam di Korea Selatan. Para tentara Amerika yang berasal dari pangkalan militer terdekat merupakan salah satu hal yang mewarnai lingkungan ini. Selain itu, diplomat-diplomat yang berasal dari berbagai negara pun ditempatkan di sana dengan banyaknya kedutaan-kedutaan besar di sana. Ditambah lagi sebuah mesjid agung (baca: Traveling dan Tetap Lancar Ibadah? Ini 8 Mesjid yang Ada di Korea) pun dibangun di atas bukit yang cantik. Lalu, ada banyak sekali pekerja migran yang bertempat tinggal di sana karena harganya yang terjangkau meskipun daerahnya kumuh.

Segala ragam multikultur yang ada di daerah inilah yang menjadikan Itaewon merupakan daerah paling unik di Korea Selatan, khususnya di Seoul. Hanya saja, sepertinya hal itu tidak akan bertahan lebih lama lagi.

Pada hari Selasa lalu, pemerintah Kota Metropolitan Seoul telah menyetujui versi final rencana pembangunan “Hannam Newtown District 3”. Area yang dicakup dari pembangunan distrik baru ini membentang dari Masjid  Agung Itaewon dan Gedung Cheil yang ada di bagian utara hingga Sungai Han yang ada di Selatan, mencakup nyaris 400 ribu meter persegi lahan di sana.

Persetujuan yang diberikan pemerintah ini akan sangat memudahkan pengembang untuk membangun lebih dari 5.800 apartemen modern yang akan terbagi menjadi 195 bangunan vertikal.

Secara sederhana, akan ada hutan hunian homogen tanpa karakter lainnya yang didirikan di kota Seoul.

Sesungguhnya, strategi pembangunan kembali seperti inimerupakan strategi pembaharuan urban yang sangat tidak disenangi. Para pengembang membeli properti di daerah hunian yang miskin dengan harga terendah dan memberi tekanan kepada pemerintah daerah untuk melakukan ‘perbaikan’ di daerah tersebut. Akhirnya, pada saat para birokrat menyerah, pemilik propertilah yang akan menentukan nasib daerah tersebut. Dalam usaha ‘pembaharuan’ ini, sering kali para pengembang tidak mengikutsertakan para penduduk sekitar yang telah tinggal di sana selama puluhan tahun dalam perencanaannya, karena mereka tidak memiliki properti tersebut secara sah sehingga tidak memiliki hak suara. Sementara itu, para penduduk baru yang memiliki hak suara justru lebih senang menyetujui rencana ‘perbaikan’ tersebut karena mengharapkan ganti rugi berupa apartemen baru yang memiliki prospek yang lebih bagus.

Kadangkala, proses ini pun melibatkan gangster untuk mengintimidasi para pemukim di tempat tersebut untuk pindah dan perusahaan konstruksi yang memenangkan kontrak pun diuntungkan karena harga properti yang meroket.

Hasil akhirnya: homogenitas arsitektural adalah cara terburuk untuk memindahkan masyarakat miskin.

Sejak bertahun-tahun yang lalu, Itaewon memang merupakan target para pengembang besar di Seoul. Kedekatan lingkungan daerah ini dengan pusat Kota Seoul serta distrik Gangnam di berada tepat di seberang sungai Han adalah hal yang membuat Itaewon menjadi target kawasan real estat paling utama. Sesungguhnya, pada awal-awal keberadaan Itaewon, distrik ini merupakan lokasi ‘sarang dosa’ dengan bisnis prostitusinya. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, Itaewon kini menjadi pusat komersial yang berkembang dengan banyaknya orang-orang dari berbagai belahan dunia yang tinggal dan bermukim di sana.

Namun, ini hanya masalah waktu hingga akhirnya Itaewon akan ditataulang. Hingga tahun 2018 nanti, pihak militer Amerika akan mengubah Yongsan Garrisson, menjadi taman besar dengan pemukiman mewah yang sekarang dalam proses di dekat Hannamdaero, tepat perumahan militer Amerika sebelumnya berada.

Jeon Jeong-hoon yang merupakan kepada devisi konstruksi dan perencanaan dari Pemerintah Kota Seoul mengungkapkan kepada Korea Exposé bahwa rencana ini masih harus diajukan pada kantro distrik Yongsan untuk mendapatkan persetujuan lebih lanjut. Baru pada akhirnya bisa ditawarkan pada perusahaan-perusahaan konstruksi. Selain itu, Jeon Jeong-hoon pun menambahkan bawah timeline pengerjaan proyek ini berbeda-beda  selain itu Distrik 3 Hannam ini pun memiliki daerah yang sangat luas.

Berdasarkan dari berita resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah kota Seoul, pembongkaran distrik 3 akan dimulai pada bulan September 2019.

Sementara itu, rencana untuk membangun kembali distrik Hannam Newtown District 2, 4, dan 5 lainnya yang merupakan bagian daerah lainnya dari Itaewon pun mulai dikerjakan bersamaan, meskipun pemerintah kota sendiri belum menyetujui hal tersebut.

Namun, pada kenyataannya, perijian serta persetujuan pemerintah atas pembangan di distrik 3 sudah menjadi pintu gerbang bagi para pengembang untuk ‘memperbaharui’ wajah Itaewon. Ada banyak pro dan kontra dalam kasus ini, bagi kalian sendiri sobat Korean First, akan jadi seperti apa nasib Itaewon ke depannya?

 

(Diterjemahkan dengan sedikit pengubahan dari Korea Exposé | Pictures Taken from Korean Expose which is courtesy of Seoul Metropolitan Government)

Baca juga:

Transportasi Masyarakat di Korea, Dari Darat Hingga Laut

Jeju Dark Tour : Mengungkap Sejarah Kelam Pulau Jeju

Empat Destinasi Wisata di Seoul Untuk Kamu yang Berjiwa Muda

Korea Semakin Ramah dengan Turis Muslim, Lotte Bangun Ruang Solat di Avenuel’s World Tower Branch

Menikmati Musik Underground Korea di Hongdae’s ‘Live Club Day’

KOREAN FIRST © 2018