KOREAN FIRST

Pendidikan Terbaik Untuk Siswa Terbaik

Pemerintah Korea Berjanji Untuk Membuka 810.000 Lapangan Kerja Umum

Pemerintahan Korea yang baru di bawah kepemimpinan Presiden Moon telah mengungkapkan salah satu janji pemerintahannya yaitu membuka lapangan kerja umum baru. Hal ini dilakukan untuk membantu orang muda yang kesulitan mencari pekerjaan lantaran persaingan yang ketat.

Komite Kepresidenan yang bertugas untuk Penciptaan Lapangan Kerja baru tersebut telah mengumumkan bahwa recana ini akan menjadi bagian dari perjalanan lima tahun kepemimpinan presiden yang baru ini.

Presiden Moon Jae-in yang memimpin rapat tersebut mengatakan bahwa pada tahun ini akan ada 30 kelompok usaha nasional Korea yang akan meningkatkan jumlah penerimaan pekerja mereka sebanyak 5,6 persen.

Selain menciptakan lebih banyak pekerjaan dalam sektor pekerjaan umum, Presiden Moon juga merangkul perusahaan-perusahaan swasta seperti Hyundai Motor, KT, Hanwha, POSCO, dan Doosan Group, untuk bersama-sama mengkampyekan peningkatan jumlah rekrutan pekerja nantinya agar semakin banyak lapangan kerja yang tercipta.

Presiden Moon juga akan mendukung penuh perusahaan yang bekerja di industri kreatif agar dapat mempekerjakan lebih banyak orang muda.

Berdasarkan recana yang telah dibuat tersebut, pemerintah akan menciptakan 340.000 pekerjaan pada sektor pelayanan sosial.  Terbagi atas 170.000 lapangan kerja dalam sektor child care dan keperawatan yang memiliki permintaan yang sangat tinggi tahun ini. Lalu sisanya akan ditempatkan pada sektor budaya, olahraga, dan lingkungan.

Pemerintah Korea juga akan menambahkan 100.000 petugas kepolisian, 74.000 petugas pemadam kebakaran, kesejahteraan sosial, dan pengendalian penyakit ternak, ditambah lagi 174.000 pegawai negeri tingkat lokal.

Dalam kebijakan ini juga akan mengamankan 300.000 lebih posisi dengan mengubah pekerja tidak langsung menjadi pekerja langsung dan dengan meningkatkan posisi pada perusahan negara dan institusi yang bekerjasama dengan perusahaan aliansi dengan memotong jam kerja.

Pemerintah juga akan mencari cara untuk mengurangi pekerja kontrak yang terlalu banyak. Hal ini karena kebayakan pekerja kontrak mengalami lingkungan kerja yang buruk dan sering merasa dirugikan. Dalam kebijakan ini, pemerintah akan berusaha sebanyak-banyaknya menerima pegawai tetap, sembari menciptakan daftar untuk menentukan kapan mempekerjakan pegawai kontrak diperbolehkan.

Pada akhirnya, pemerintah diharapkan mampu menciptakan sebuah sistem kerja yang seimbang dengan menetapkan waktu bekerja 52 jam seminggu.

Kebijakan pemerintah Korea ini disambut baik oleh masyarakat luas apalagi dikalangan pekerja dan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga:

Pemerintah Kota Seoul akan Mengadakan Job Fair Bagi Warga Asing

Upah Kerja Minimum (UMR) di Korea Naik 16,4% pada Tahun 2018

Di Bawah Kepemimpinan Presiden Moon, Korea Semakin Memperhatikan Nasib Pekerja Perempuan

9 Alasan Mengapa Kamu Harus Bekerja di Korea

(Diterjemahkan secara bebas dari Korean Times)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOREAN FIRST © 2018