KOREAN FIRST

Pendidikan Terbaik Untuk Siswa Terbaik

Pemerintah Korea Selatan Merayakan Hari Hangeul dengan Beragam Acara

 

Pada hari Senin, tepatnya tanggal 9 Oktober lalu, Korea Selatan merayakan salah satu hari kebanggaan nasional mereka yaitu Hari Hangeul. Bagi masyarakat Korea, alfabet hangeul merupakan warisan leluhur mereka yang sangat berharga dan membanggakan karena merupakan alfabet yang diciptakan sendiri oleh Raja Sejong dari Dinasti Joseon (1392-1910) di tahun 1443. Hal ini tentu berbeda dengan Indonesia yang meminjam alfabet latin atau pun bahasa lainnya yang masih meminjam alfabet lain. Maka dari itu, kebanggaan seperti itulah yang dirayakan serta diperingati oleh masyarakat Korea dengan hari Hangeul ini.

Untuk memperingati hari Hangeul, masyarakat Korea mengadakan banyak sekali event budaya serta sejarah untuk mengingatkan kembali kepada generasi muda tentang nilai-nilai yang terkandung di dalam hangeul.

A post shared by Wendy O (@wendyfly5) on

Event utama untuk merayakan hari Hangeul yang ke-571 ini adalah Grand Hangeul Cultural Festival yang diselenggarakan oleh Kementrian Budaya , Olahraga, dan Pariwisata Korea di Gwanghwamun Square, Seoul.  Festival ini terdiri dari beragam acara serta program seperti pameran, pertunjukan tari, musik tradisional, teater anak-anak, kompetisi menulis hangeul dan lain-lain.

Sebuah pameran khusus yang berjudul “100 Tahun Dongeng Korea dalam Hangeul” bahkan sudah berlangsung sejak tanggal 8 Agustus lalu di Musium Nasional Hangeul di Seoul hingga nanti akan ditutup tahun depan pada tanggal 18 Februari. Tidak hanya memamerkan karya dalam hangeul, musium tersebut juga mengadakan bazar buku, penampilan, dan lain-lain pada hari Minggu dan Senin.

King Sejong Institutes pun tak mau ketinggalan dalam mengambil bagian di acara ini, institut tersebut pun mengadakan kompetisi menulis kaligrafi hangeul bagi orang asing.

Hari Hangeul merupakan hari peringatan yang diinisiasi oleh sarjana bahasa Korea pada tahun 1926 lalu sebagai salah satu usaha masyarakat Korea  untuk membangkitkan rasa nasionalisme yang sedang dalam penjajahan Jepang pada waktu itu. Hal ini karena Jepang melarang masyarakat Korea untuk menggunakan bahasa asli Korea atau alfabet asli Korea dan memaksa masyarakat Korea untuk menggunakan bahasa Jepang.

Hari Hangeul pun dijadikan hari libur nasional setelah Korea merdekat dari Jepang pada tahun 1949, akan tetapi pada tahun 1991 sempat dihapuskan karena bagi masyarakat Korea, terlalu banyak hari libur akan mempengaruhi kinerja ekonomi nasional. Akan tetapi pada tahun 2013 lalu, Korea kembali menjadikan hari Hangeul sebagai hari libur nasional karena semakin meningkatnya perhatian masyarakat pada sejarah dan nilai-nilai yang dibawa oleh Hangeul.

 

(Diteremahkan secara bebas dari Yonhap News)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOREAN FIRST © 2018