Selamat Datang di Korean First

Pendidikan Terbaik Untuk Siswa Terbaik

Puluhan hingga Ratusan Guru Bahasa Inggris Terancam Pengangguran di Korea Akibat Kebijakan Baru ini…

 

Kesedihan melanda para guru khususnya guru-guru yang mengajar bahasa Inggris di Korea Selatan, pasalnya sebuah peraturan baru rencananya akan ditetapkan oleh pemerintah Korea Selatan. Kebijakan baru itu berupa pelarangan pendidikan bahasa Inggris bagi anak-anak dari kelas prasekolah sampai kelas dua sekolah dasar.

Akibat dari peraturan ini sekitar 7.000 guru bahasa Inggris yang bekerja pasca jam sekolah normal di sekolah dasar akan kehilangan pekerjaan mereka pada bulan Maret ketika kebijakan ini mulai diberlakukan pada siswa kelas satu dan dua sekolah dasar.

Ketka kementrian pendidikan Korea menerapkan kebijakan tersebut pada 50.000 taman kanak-kanak dan pusat penitipan anak pada akhir tahun ini, dikabarkan bahwa sekitar pulihan ribu lebih guru akan mengalami nasib yang sama yaitu pemberhentian secara masal.

Seorang guru Bahasa Inggris yang bekerja  paruh waktu di salah satu taman kanak-kanak dan tiga pusat penitipan anak di Provinsi Gyeonggi, Kim Min-jung (34), baru-baru ini diberitahu bahwa taman kanak-kanak tempat ia bekerja memutuskan untuk menghentikan kontraknya karena kebijakan tersebut. Kepada wartawan The Korean Times, Kim Min-jung menyampaikan kegelisahannya karena tiga pekerjaannya yang lain juga terancam diberhentikan. Ia juga mengaku, ada banyak sekali guru-guru yang merasa tidak aman mengena karir mereka sebagai guru sekaang.

Sebagai reaksi atas kebijakan ini, ada banyak guru bahasa Inggris di taman kanak-kanak dan pusat penitipan anak—beberapa diantara mereka dipsonsori oleh pemerintah—sudah mulai mencari pekerjaan di akademi swasta atau di bidang yang sama sekali berbeda. Padahal kompetisi pencarian pekerjaan di Korea sangatlah ketat. Selain itu, ratusan guru bahasa Inggris pun telah mengirimkan sebuah petisi di situs Cheong Wa Dae yang mendesak pemerintah untuk mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut, namun kementrian tersebut tetap teguh dan tidak bergeming dalam mengambil keputusan tersebut.

Pihak kementrian mengatakan bahwa kebijakan tersebut telah sesuai dengan keputusan Mahkamah Konstitusi pada tahun 2016 yang menyatakan  bahwa pelarangan pemberian pelajaran bahasa Inggris pada murid kelas 1 dan 2 sekolah dasar. Keputusan mahkamah konstitusi ini didasari anggapan bahwa pemberian pembelajaran bahasa Inggris sejak usia dini disinyalir akan menghambat perkembangan kemampuan bahasa Korea pada anak sehingga lebih baik pengenalan bahasa Inggris dimulai pada usia yang lebih tua yaitu di atas kelas 2 sekolah dasar.

Berdasarkan peraturan yang dibuat oleh mahkamah tersebut, kementrian pun akhirnya pada tahun 2017 memutuskan untuk memperluas kebijakan tersebut ke taman kanak-kanak dan pusat penitipan anak karena banyak pembuat kebijakan menunjukkan bahwa tidak ada gunanya menerapkan kebijakan tersebut yang hanya berlaku di sekolah dasar jika taman kanak-kanak dan tempat penitipan anak masih mengajarkan bahasa Inggris justru kepada anak-anak yang lebih muda.

Namun, sayangnya para guru dan juga orangtua murid justru sama-sama mengritik kementrian akan kebijakan tersebut. mereka berpendapat bahwa tuntutan akan pendidikan bahasa Inggris akan tetap kuat karena mereka percyaya bahwa orangtua akan mengirim anak-anak mereka ke institusi swasta dan tidak terikat dengan peraturan pemerintah tersebut meskipun lebih mahal jika mereka mampu. Sehingga anak-anak yang kurang mampu tidak dapat lagi belajar bahasa Inggris sejak usia dini hingga akhirnya ini akan memperlebar jarak serta kesenjangan kemampuan berbahasa Inggris mereka di masa depan.

Kebijakan ini pun menuai kritikan lain karena dianggap justru memberikan angin segar kepada bisnis swasta ketimbang pemerintah berusaha menginvestasikan uang mereka ke hal-hal yang berhubungan dengan penddikan. Sayangnya, sampai berita ini diturunkan, pihak pemerintah Korea tetap tidak menggubris kekhwatiran serta nasib para guru yang terancam kehilangan pekerjaan mereka.

 

(source: The Korean Times)

Baca juga:

Sebegitu Sulitnya Masuk Kerja di Korea, Pria Ini Ditolak Kerja Hanya karena Dia Botak!

Belajar Bahasa Korea Susah dan Ribet? Begini Praktisnya Belajar Bahasa Korea Secara Online

6 Alasan Mengapa Masyarakat Korea Melakukan Operasi Plastik

9 Alasan Mengapa Kamu Harus Bekerja di Korea

13.000 Pekerja Asing Tanpa Dokumen Ditangkap Oleh Pemerintah Korea Tahun Ini

KOREAN FIRST © 2018