Selamat Datang di Korean First

Pendidikan Terbaik Untuk Siswa Terbaik

Survei Menunjukkan Bahwa Masyarakat Korea adalah Xenophobia Garis Keras, Kok Bisa?

Xenophobia adalah ketidaksukaan atau ketakutan terhadap orang-orang dari negara lain, atau yang dianggap asing (Wikipedia). Istilah ini sepertinya cocok untuk menggambarkan kondisi masyarakat Korea berdasarkan survei yang dilakukan oleh Overseas Koreans Foundations tentang pendapat mereka dengan banyaknya warga negara asing yang kini bekerja dan menetap di Korea.

Nyaris 61 persen warga negara Korea Selatan menyatakan bahwa mereka tidak memerhitungan atau menganggap bahwa pekerja asing sebagai bagian dari masyarakat Korea. Hal ini benar-benar mencermtkan kenyataan di tengah-tengah masyarakat Korea meskipun pemerintah sendiri keram mempromosikan tentang multikulturalisme. Angka yang didapat dari hasil survei tersebut bahkan lebih tinggi  3,6 persen daripada hasil survei yang dilakukan pada tahun 2013 lau.

Survei yang diterbitkan pada hari Rabu lalu dihasilkan dari mengakukan pertanyaan kepada 820 orang dewasa di tujuh kota besar Korea dari 31 Juli sampai 27 Agustus. Angka tersebut memiliki margin kesalahan kurang lebih 3,46 persen pada tingkat keyakinan 95 persen.

Dalam survei tersebut, pekerja asing yang dimaksudkan oleh masyarakat Korea adalah tenaga kerja asing yang masuk dan bekerja di Korea melalui Employment Permit System (EPS). Sistem ini biasanya merekrut tenaga kerja untuk industri padat karya selama tiga tahun.

Hampir 57 persen dari masyarakat Korea mengatakan bahwa mereka “tidak peduli” dengan pekerja asing tersebut. Meskipun mereka menjadi pengusaha di Korea dalam jangka panjang juga menikah dengan penduduk asli sendiri ataupun melakukan perpanjangan visa kerja. Sementara itu, 13,4 persen menyatakan “oposisi” terhadap kondisi tersebut. Lalu, sisanya sebanyak 29,3 persen mengatakan bahwa sikap mereka bergantung pada “negara asal”.

Ketika ditanyai tentang pernikahan internasional, 65,7 persen dari mereka justru menanggapi hal itu negatif. Dalam sebuah pertanyaan yang menanggapi positif fenomena tersebut, mereka memilih berhubungan atau menjalani asmara dengan orang-orang yang berasal dari Amerika Utara lalu diikuti oleh Eropa, Jepang, Tiongkok, dan CIS.

Mengenani etnisitas tentang masyarakat Korea yang berasal dari Tiongkok, sebagai jumlah pekerja paling besar dalam menjadi pekerja asing di Korea , sekitar 45, 9 persen dari masyarakat Korea menjawab survei kalau mereka “tidak peduli” dengan hal itu, 21,7 persen mengatakan bahwa datangnya pekerja dari Tiongkok ini justru berdampak “positif” dalam menyelesaikan masalah kekurangan tenaga kerja di perusahaan kecil dan menengah, sementara 20.2 persen menganggap hal ini negatif karena pekerja bisa saja berubah menjadi pekerja jangka panjang dan 12, persen dari masyakat Korea juga menganggap hal ini negatif karena berpotensi para pekerja asing ini akan mengambil lapangan kerja bagi orang Korea sendiri.

Dari hasil survei di atas kita dapat melihat bahwa meskipun adanya tanggapan negatif dari masyarakat Korea kepada pendatang dan tren tersebut masih terus berlanjut. Sebagian masyarakat Korea pun mengaku “tidak peduli” dan lebih mementingkan diri mereka sendiri daripada memusingkan hal lain. Hal ini merupakan tanggapan yang bisa dibilang baik karena rata-rata masyarakat Korea memang menyadari bahwa negara mereka perlahan-palan menjadi negara yang multikultur. Tren kawin campur serta kebutuhan tenaga kerja yang meningkat mengingat perusahan-perusahaan industri Korea yang menggenjot perekonomian negara mereka  menjadi salah satu pendorong bahwa meskipun masyarakat Korea memiliki perasaan dan penolakan kepada warga asing di negara mereka. Mereka juga mengakui bahwa negara mereka juga membutuhkan tenaga asing tersebut.

 

(Source: Korean Times)

 

Baca juga:

Belajar Bahasa Korea Susah dan Ribet? Begini Praktisnya Belajar Bahasa Korea Secara Online

13.000 Pekerja Asing Tanpa Dokumen Ditangkap Oleh Pemerintah Korea Tahun Ini

Masyarakat Usia Muda di Korea Semakin Susah Mencari Pekerjaan

Wow! Indonesia Bebas Visa ke Korea! Ini 4 Tempat Menarik yang bisa Kamu Kunjungi di Pyeongchang

Ulala! Ini Loh 4 Manfaat Bekerja di Korea, Dikutip dari Kisah Nyata Para TKI Negeri Ginseng!

 

KOREAN FIRST © 2018