KOREAN FIRST

Pendidikan Terbaik Untuk Siswa Terbaik

Ulala! Ini Loh 4 Manfaat Bekerja di Korea, Dikutip dari Kisah Nyata Para TKI Negeri Ginseng!

Halo, apa kabar Sobat Korean First semua! Kembali lagi  nih kita akan membahas tetang topik tenaga kerja di Korea. Kali ini kita bakal membahas tetang manfaat apa saja sih yang bisa kita dapat dengan bekerja di Korea. Sebenarnya hal-hal seperti sudah banyak sekali dibahas oleh banyak orang, namun pernahkah kalian melihat topik ini dari sudut pandang para TKI?

Menjadi seorang pekerja imigran di negeri asing tentu bukanlah suatu yang mudah dilakukan pun bukanlah keputusan enteng dengan dibutakan uang semata. Selain karena jauh dari sanak saudara serta keluarga di kampung halaman, bekerja di negeri asing tentu memiliki tantangan-tantangan yang tidak akan didapatkan ketika bekerja di negeri sendiri, seperti bahasa, budaya, hingga selera kulinernya.

Meskpun tantangan yang dihadapi begitu banyak, namun bukan berarti tantangan-tantangan tersebut tidak dapat kita atasi bukan? Dari sekian banyak negara yang menjadi destinasi para tenaga kerja Indonesia, Korea merupaka salah satu negara paling populer dan paling disukai. Ada banyak alasan yang membuat banyak sekali tenaga kerja Indonesia berlomba-lomba untuk bisa disalurkan bekerja di Korea (baca:9 Alasan Mengapa Kamu Harus Bekerja di Korea). Namun, alasan-alasan tersebut tentu tidak sebanding dangan fakta serta manfaat sesungguhnya yang benar-benar bisa kita dapat saat bekerja di Korea.

Nah, tanpa harus menunggu lebih lama lagi, berikut 4 manfaat yang tidak hanya berguna bagi diri kalian sendiri namun juga keluarga serta bangsa sendiri jika kalian memutuskan untuk bekerja di Korea.

1.     Sambil bekerja, kita juga bisa mengembangkan bisnis dan mengenalkan Indonesia loh!

A post shared by Rio Sumbara (@rio_sumbara) on

Dilansir dari pengalaman pribadi Subandi yang ditulis pada laman Kompas. Pria yang telah menjadi TKI di Korea sejak tahun 1999 ini ternyata sejak tahun 2014 lalu telah merintis usaha bakso khas Indonesia di Korea. Makanan yang merupakan makanan sejuta umat di Indonesia serta salah satu makanan favorite mantan presiden Amerika ke-44 yaitu Barak Obama ini ternyata kini begitu laris maris di Korea.

Asal cerita, Subandi yang selama lima tahun bekerja sebagai buruh di perusahaan mebel akhirnya memutuskan untuk meningkatkan taraf hidupnya dengan merencanakan bisnis kuliner di Korea. Waktu itu, dengan hanya bermodal 2,3 juta, Subandi membeli satu kilo daging dan daging tersebut pun ia coba racik menjadi bakso. Awalnya sangat tidak mudah, Subandi yang sama sekali tidak memiliki pengalaman membuat bakso serta modal yang sangat seikit nyaris putus asa untuk menjalankan mimpinya.

Namun pria ini tidak menyerah begitu saja, ia memanfaatkan waktu pulang kampung untuk belajar membuat bakso di daerahnya meskipun banyak para pembuat bakso yang tidak mau berbagi resep dngannya. Selain itu, ia terus mencoba belajar membuat bakso tiap kali selesai bekerja dari pabrik dan meminta bantuan teman-temannya sesama pekerja Indonesia untuk mencicipi rasanya.

Namun, ketika dirintis, usaha ini pun tak langsung meledak. Acapkali Subandi haus menghabiskan dagangannya yang tidak laku-laku, atau membagikan bakso-baksonya secara gratis ke teman-temannya. Bahkan tidak sedikit pula WNI yang meragukan kehalalan bakso yang dibuat oleh Subandi sampai-sampai pria ia harus merekam proses pembuatan baksonya dan ditunjukkan kepada pengunjung yang meragukan kehalalan bakso buatannya.

Segala kerja keras Subandi pun  kini terbayar sudah, Bejo Korea, brand bakso milik Subandi yang dimulai dari gerobak bakso yang ia buat sendiri dari kayu lemari bekas, kini sudah memiliki toko di Pocheon yang terletak 50 km dari ibukota Seoul. Ia pun tidak hanya berhasil sukses meraih mimpinya sebagai seorang pengusaha dan menaikan taraf hidupnya serta keluarga, namun juga menjadi “duta bakso” yang memperkenalkan kuliner Indonesia kepada masyarakat Korea.

2.       “Demi masa depan”

http://www.bnp2tki.go.id/read/12069/Sepotong-Kisah-dari-Effendi-Eks-TKI-Korea

 

Itu yang dikatakan Effendi (27) kepada kabag humas BNP2TKI saat ditanyai mengapa ia ingin menjadi TKI di Korea. Effendi yang sesungguhnya bercita-cita menjadi seorang polisi akhirnya menyerah melanjutkan mimpi tersebut karena telah gagal ujian berkali-kali. Pria yang hanya lulusan STM Sakti itu pun akhirnya memutuskan merantau sebagai Tki karena menurutnya mencari pekerjaan di Indonesia berbekal ijazah STM seperti itu sangatlah susah.

Akhirnya, pada tahun 2012, Effendi pun bisa berangkat ke Korea dan bekerja di perusahaan produksi plastik bernama You-ji Chemical. Di sana ia mengaku mengalami beragam kesulitan dari ditegur atasan hingga jam kerja yang begitu berat karena ia hanya diberi libur di akhir pekan saja dan sisa hari kerja merupakan kerja full time. Namun pria ini tidak menyerah dan terus berusaha mewujudkan mimpi barunya itu membuat dealer motor di kampungnya yang ada di Boyolali.

Effendi dikontrak oleh perusahaan Korea selama 4 tahun 10 bulan. Pada tahun pertama dan kedua Effendi memang hanya mampu mengumpulkan uang bersih 1,2 juta Won per tahunnya. Namun pada tahun ketiga ia memperoleh kenaikan gaji hingga ia pun mendapatkan gaji 20 juta berbulan. Ketika kontraknya selesai, Effendi pun mengaku ternyata mendapat pesangon yang jumlahnya cukup fantastis, yaitu 230 juta. Dengan gaji seperti itu, ia berhasil membantuk keluarganya untuk hidup lebih baik.

Effendi yang kontraknya telah selesai pada Januari 2017 lalu itu berencana untuk kembali bekerja ke Korea karena merasa modalnya masih tidak cukup untuk bangun dealer motor. Ia merasa, bekerja di Korea itu sangat nyaman karena bersih dan teratur, selain itu birokrasi di Korea sangatlah tertib sementara masyarakat Korea sendiri itu jujur-jujur. Demi mimpi dan masa depan, Effendi berjuang keras di negeri asing.

3.  Wow! Ternyata, sambil bekerja kita juga bisa melanjutkan pendidikan loh!

http://www.bbc.com/indonesia/trensosial-40932609

Siapa bilang usia dan pekerjaan menghalangi kita untuk terus menempuh pendidikan setinggi-tingginya? Dikutip dari laman berita BBC, Seorang TKI asal Trenggalek, Jawa Timur, bernama Waras telah bekerja di pabrik onderdil yang ada di Korea Selatan selama 20 tahun. Pada bulan Agustus lalu, ia dan bersama beberapa temannya diwisuda sebagai sarjana manajemen di Universitas Terbuka (UT) kelompok belajar Korea Selatan.

Ia masuk UT pada umur 40 tahun dan lulus pada usia 44 tahun. Rata-rata ia belajar bersama orang-orang yang berusia 20-an, namun ia justru tidak merasa malu dengan hal itu dan tetap melanjutkan studinya.

Sekedar pemberitahuan untuk sobat Korean First, ijaza UT di Korea bukan sembarangan jizasah. Tidak sama seperti di Indonesia, pendidikan di Korea itu sangat majut sehingga meskipun seseorang hanyalah pemilik ijaza UT ia punya kesempatan bekerja yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Bahkan ada salah satu teman Waras yang justru bisa melanjutkan S2 di salah satu universitas ternama di Korea, yaitu Universitas Sungkyunkwan.

Singkat cerita nih, bagaimana waras bisa bekerja  sambil tetap berkuliah? Karena Waras hanya punya waktu akhir pekan dan harus bekerja nyaris setiap hari selama 12 jam, pria itu pun menjalani kuliah seminggu sekali. Meskipun kedengaran enteng tapi pekerjaan yang begitu ketat dan hingga ia harus lembur pun sering kali bikin dia kewalahan juga.

Waras mengaku, ia sebenarnya tidak menggunakan ujazahnya ini untuk mencari pekerjaan, namun justru untuk membuka pekerjaan saat ia kembali ke Indonesia lagi. Ia ingin melanjutkan bisnis keluarganya yang selama dua generasi mati. Bagi Waras, ilmu dan pengalaman kerja merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan begitu saja. Sampai sekarang sudah banyak sekali pekerja Indonesia yang menempuh pembelajaran di Korea Selatan.

4.   Hehehe, siapa bilang di Korea hanya bekerja dan mencari uang, di sini bisa jalan-jalan sambil jadi Vlogers juga loh!

 Apa kalian pernah menonton video TKI asal Indonesia yang sempat viral akibat ke-ndeso-annya? Hehehe, ya, nama aslinya Parindra idik Chyono atau biasa dikenal dengan nama Bajindul. Melalui akun YouTube “Gokil Abis”, Bajindul berbagi kesehariannya sebagai seorang TKI di Korea Selatan. Hal yang membuatnya begitu viral dan lucu adalah saat ia berbicara dalam bahasa Korea dengan logat Jawa atau ngapaknya yang sangat kental.

Sejak videonya yang sedang menaiki roller coeaster di Koraa itu menjadi viral, subscriber akun You Tube-nya langsung melonjak hingga sekarang tembus 190.613 orang. Sungguh pencapaiannya luar biasa!

Pria yang hanya berbekal ijazah SMA ketika pegi bekerja ke Korea Selatan pada tahun 2013 lalu ini mengaku para reporter Kompas kalau ia benar-benar “Wong Ndeso” dan tak pernah sedikitpun mengerti soal You Tube sebelumnya.  Motivasinya membuat akun You Tube ini adalah untuk berbagi kisah tentang hidupnya selama di perantauan.

Di dalam bebeberapa videonya, Bajindul menceritakan sekligus mengajak penontonnya untuk melihat dirinya bekerja. Mulai dari mengangkut kaca, menggarap tahan dengan cangkul, hinga berbelanja bahan bangunan di toko mebel.

Hebatnya lagi, selain tetap bekerja dan “main-main” di Korea Selatan, Bajindul juga tetap menimba ilmu di sebuah universitas terbuka yang ada di Korea Selatan dan mengambil jurusan Ilmu Komunikasi. Bajindul pun mengaku, setelah menjadi vlogers yang aktif, ia sekarang jadi punya banyak sekali teman yang memiliki ikatan persaudaraan yangkental. Lucunya lagi, ketika ia ditanya apa sesungguhnya motivasi   bekerja di Korea Selatan, sambil tertawa malu-malu Bajindul menjawab, “Di sini mau servis muka biar ganteng. Belum berhasil.”  Hehehe, wah, lawak bener ya si Bajindul ini!

Nah, itu dia sobat Korean First manfaat dari bekerja sebagai tenaga kerja yang ada di Korea. Semua kisah di atas adalah kisah nyata yang dikasihkan oleh para saksi hidup yang bekerja di Korea. Mereka telah merasakan sendiri bagaimana negara Korea memperlakukan para pekerjanya dengan baik dan pemerintah Indonesia yang sangat koperatif dalam melindungi pegawai yang bekerja di sana.

Bagaimana? Tertarik bergabung bersama mereka. Jika kalian tertarik untuk menjadi salah satu di antara mereka. Ada baiknya kalian mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian EPS Topik terlebih dahulu. Nah, apa itu ujian EPS TOPIK dan bagaimana mempersiapkan ujian tersebut? Yuk, mari bergabung bersama Korean First yang siap membantu kalian untuk mewujidkan mimpi bekerja di Korea!

 

Untik info lebih lanjut bisa klik di sini

 

Baca juga:

Di Bawah Kepemimpinan Presiden Moon, Korea Semakin Memperhatikan Nasib Pekerja Perempuan

Upah Kerja Minimum (UMR) di Korea Naik 16,4% pada Tahun 2018

Pemerintah Korea Berjanji Untuk Membuka 810.000 Lapangan Kerja Umum

Korea Merancang Sistem Otomatis untuk Menyingkirkan Konten Kejahatan Seksual di Internet

Tenaga Kerja Asing Kini Tidak bisa Tinggal Lebih dari 10 Tahun di Korea

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOREAN FIRST © 2018