Home Budaya Korea Intip Budaya Tradisional Korea yang Masih Ngetrend

Intip Budaya Tradisional Korea yang Masih Ngetrend

Hanbok

Budaya kontemporer Korea Selatan berkembang dari budaya tradisional Korea yang sudah diwariskan sejak leluhur mereka masih hidup secara nomaden pada masa-masa awal. Hingga kini, di tengah-tengah gaya hidup modern, industrialisasi, urbanisasi, dan westernisasi di Korea Selatan, khususnya Seoul— faktor tersebut telah menciptakan perubahan pada gaya hidup masyarakat Korea.

Kendati begitu, mereka tetap melestarikan budaya sendiri. Dalam keseharian pun kita masih bisa menemukan hal-hal ‘otentik’ yang menjadi ciri khas jati diri bangsa.

Budaya Tradisional Korea dalam Kehidupan Sehari-hari

Korea Selatan memiliki berbagai daya tarik budaya dan tradisi yang mampu memikat wisatawan mancanegara untuk melancong ke Negeri Gingseng ini. Berikut ini adalah budaya Korea Selatan serta keunikan tradisi setempat:

Hanok

Hanok korea

Hanok adalah sebutan untuk rumah tradisional Korea Selatan. Gaya arsitektur rumah-rumah hanok tampak artistik dengan nuansa khas Asia. Sayangnya, semakin kesini keberadaan rumah atau bangunan dengan konsep hanok sudah semakin berkurang.

Tapi, pemerintah Korea telah melakukan pemugaran di beberapa desa yang terdapat bangunan rumah hanok. Mereka menjadikannya sebagai desa tradisional dan dikembangkan sebagai destinasi wisata. Ini menjadi bukti bahwa budaya Korea Selatan tetap dilestarikan dengan baik.

Hanbok

Hanbok

Kata ‘Hanbok’ berasal dari perpaduan kata “Han” yang berarti warga Korea dan “Bok” yang berarti pakaian. Hanbok adalah salah satu peninggalan budaya tradisional Korea yang sudah ada sejak zaman Joseon. Saat ini, hanbok biasa dipakai dalam perayaan festival tradisional.

Hanbok sebenarnya merupakan paduan dari tiga jenis pakaian. Pertama jeogori, atasan yang menutup bagian lengan, bahu, dan dada atas. Kemudian chima yang menyerupai rok model A-line, serta sokchima sebagai dalaman berwarna putih. Sementara itu, hanbok yang dikenakan pria biasanya merupakan perpaduan dari jeogori dan sebuah bawahan khusus yang disebut baji.

Kimchi

Kimchi

Kimchi merupakan salah satu ikon budaya tradisional Korea yang sudah cukup terkenal. Makanan tradisional ini berupa asinan sawi putih atau lobak yang telah difermentasi. Setelah digarami dan dicuci, sayuran dicampur dengan bumbu yang terdiri dari udang krill, kecap ikan, bawang putih, jahe, serta bubuk cabai. Kimchi terkenal dengan cita rasanya yang asam, pedas, asin, dan agak getir.

Di Korea terdapat satu tradisi yang disebut Kimjang, ini merupakan hari dimana semua orang Korea akan membuat Kimchi dalam jumlah yang sangat besar pada musim dingin. Pembuatannya Kimchi sendiri dilakukan sebelum masuknya musim dingin, yaitu pada saat angin dingin mulai bertiup sekitar awal bulan November sampai pertengahan bulan Desember.

Jjimjilbang

Jjimjilbang

Dalam beberapa serial K-drama kita sering melihat orang-orang Korea berkumpul di tempat sauna, seperti yang tergambar dalam drama ‘Secret Garden’, ‘Oh My Geumbi’, dan serial drama populer lainnya. Di Korea, tempat sauna ini disebut jjimjilbang, yang berasal dari kata ‘jjimjil’ yang berarti pemanas, dan ‘bang’ yang berarti ruangan.

Sebagian besar jjimjilbang buka selama 24 jam penuh dan selalu ramai dikunjungi masyarakat Korea sepanjang pekan. Jjimjilbang sudah dianggap sebagai tempat pelarian untuk merelaksasi diri dari kesibukan sehari-hari.

kursus online bahasa korea

Hoesik

Pecinta K-drama pasti sudah akrab dengan budaya tradisional Korea Selatan yang satu ini. Seusai bekerja atau ketika sedang stress , kaum pekerja di Korea Selatan biasanya akan pergi bersama rekan dan atasan ke tempat minum untuk menikmati soju, maekju, makgeolli, cheongju, atau insamju, yaitu minuman-minuman beralkohol khas Korea Selatan.

Budaya ini bertujuan untuk memperkuat hubungan dengan sesama rekan atau atasan dan sebagai bentuk saling menghormati satu sama lain. Ada satu pepatah kuno yang berbunyi “Il bul, sam so, o ui, chil gwa”. Pepatah ini menyiratkan mulai dari cara duduk, cara menuangkan minuman, menawarkan, menerima, hingga cara meminumnya harus berdasarkan etika.

Mengenal Lebih Dalam Budaya Tradisional Korea Melalui Bahasa

Ada berbagai teori mengenai hubungan bahasa dan kebudayaan. Ada yang berkata bahwa bahasa itu merupakan bagian dari kebudayaan, tetapi ada pula yang mengatakan bahwa bahasa dan kebudayaan merupakan dua hal yang berbeda namun saling berkaitan satu sama lain. Ada juga yang mengatakan bahwa bahasa sangat dipengaruhi kebudayaan, sehingga segala hal yang ada dalam kebudayaan akan tercerminkan melalui bahasa.

Terlepas dari semua itu, bahasa selalu menjadi gerbang utama untuk mengenal suatu kebudayaan. Oleh karenanya, jika kamu ingin mengenal budaya Korea lebih dalam lagi, belajar Bahasa Korea adalah langkah yang tepat.

Bersama Korean First, kamu bisa belajar Bahasa Korea dengan cara yang efektif, hemat, dan tentunya menyenangkan. Kegiatan belajar dilakukan sepenuhnya online dengan berbagai materi yang telah dikemas dalam berbagai format digital. Kamu akan dibimbing langsung oleh tutor profesional yang sudah memiliki pengalaman panjang. Selain itu, tersedia juga kelas EPS Topik untuk persiapan kerja di Korea.

Mau tahu informasi biaya dan kurikulum pembelajarannya? Cek disini!

kursus bahasa korea

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here