Home Budaya Korea Mengunjungi Hanok di Desa Tradisional Korea Selatan

Mengunjungi Hanok di Desa Tradisional Korea Selatan

Hahoe Folk Village

Hanok, begitulah masyarakat Korea Selatan menyebut rumah tradisional mereka untuk membedakannya dengan bangunan rumah bergaya Barat. Saat ini hanya tersisa segelintir rumah hanok yang sebagian besarnya bisa dijumpai di sejumlah desa tradisional Korea.

Arsitektur hanok memperhitungkan lokasi rumah dengan lingkungan di sekelilingnya, khususnya keadaan geografi dan musim. Struktur interior juga dirancang berdasarkan lokasi rumah. Idealnya, bangunan rumah hanok harus dibangun membelakangi gunung dan menghadap ke sungai.

Segelintir Desa Tradisional Korea Selatan yang Masih Memelihara Hanok

Di tengah-tengah gaya hidup modern ini, ada beberapa daerah di Korea Selatan yang masih memelihara kebudayaannya dengan baik. Di sana kita akan dihadapkan dengan pemandangan etnik khas Korea Selatan yang memiliki suasana asri. Pengunjung bisa merasakan langsung seperti apa kehidupan orang Korea pada zaman dahulu.

Namsangol Hanok Village

Namsangol Hanok Village

Desa tradisional Korea ini dikenal juga dengan julukan “A Village of Traditional Houses in the Namsan Valley”. Sesuai dengan namanya, lokasi desa ini tak jauh dari Namsan Tower yang berada di Kota Seoul. Desa ini dulunya merupakan area resort musim panas pada masa Dinasti Joseon.

Keunikan dari desa ini adalah pemandangan yang sangat indah dengan suasana alamnya yang membuat hati terasa tentram dan nyaman. Namsangol Hanok Village memiliki luas wilayah sekitar 7.934 meter persegi yang terdiri dari rumah-rumah hanok serta beberapa rumah terbesar di Seoul.

Rumah-rumah besar tersebut dulunya merupakan tempat tinggal para pejabat tinggi Korea Selatan. Lalu di desa ini juga terdapat sebuah pavilion yang memang dibangun di sebuah taman tradisional klasik dengan sungai yang mengalir khas era Dinasti Joseon.

Jeonju Hanok Village

Jeonju Hanok Village adalah desa tradisional Korea yang berada tepat di jantung Kota Jeounju, Provinsi Jeollabuk-do, Korea Selatan. Desa ini merupakan desa hanok yang memiliki pemandangan serta infrakstruktur unik dan tertata rapih. Tak hanya itu, desa ini juga merupakan salah satu desa tradisional yang mudah untuk dicapai.

Di desa ini terdapat kurang lebih 700 bangunan serta memiliki jalan utama dan transportasi modern layaknya di kota-kota besar. Rumah-rumah yang ada di Jeounju Hanok Billage sudah berdiri sejak era Dinasti Joseon. Walaupun sudah berusia ratusan tahun, namun rumah-rumah ini tetap terpelihara dengan baik.

Bukchon Hanok Village

Bukchon Hanok Village merupakan salah satu desa tradisional yang paling populer di Korea Selatan. Desa ini terletak di antara istana Gyeongbokgung dan kuil Jongmyo Royal Shrine. Dulunya, desa ini merupakan kawasan perkotaan pada masa Dinasti Joseon.

Bukchon sendiri terdiri dari Wonseo-dong, Jae-dong, Gye-dong, Gahoe-dong dan Insa-dong yang merupakan kawasan tempat tinggal bangsawan dan para pejabat di era Dinasti Joseon. Tak heran kalau rumah-rumah di daerah ini sangat besar dan mewah.

kursus online bahasa korea

Yangdong Village

Yangdong dikenal sebagai salah satu desa tradisional terbesar di Korea Selatan. Di desa ini kamu akan dihadapkan dengan pemandangan alam yang indah serta budaya tradisional yang kental dari masa Dinasti Joseon.

Desa ini masuk dalam warisan budaya UNESCO sejak tahun 2010. Hal tersebut dikarenakan banyaknya warisan budaya, termasuk harta benda, harta karun nasional, dan folklore yang masih terjaga. Menariknya lagi, desa tradisional Korea ini hanya ditinggal oleh penduduk dari marga tertentu saja.

Hahoe Folk Village

Selain desa Yangdong, desa Hahoe juga juga menjadi salah satu desa di Korea Selatan yang masuk ke dalam warisan budaya UNESCO. Desa yang terletak di Andong, provinsi Gyeongsangbuk-do, Korea Selatan ini mampu mempertahankan gaya arsitektur, tradisi rakyat, dan buku-buku berharga dari dinasti Joseon.

Bangunan yang masih dilestarikan di desa ini adalah Yangjindang Manor dan Pikchondaek di bagian utara. Lalu Chunghyodang Manor dan Namchondaek Manor di bagian selatan. Dan dua bangunan yang paling terkenal di dalam desa ini ialah Wonjijeongsa Pavilion dan Byeongsan Confusian Manor.

Mengenal Budaya Korea Selatan Lebih Dalam Melalui Bahasa

Bahasa merupakan salah satu gerbang utama untuk mengenal budaya dan sejarah suatu bangsa. Melalui bahasa, kita bisa mempelajari setiap aspek kehidupan masyarakat secara lebih intens. Oleh karenanya, jika kamu ingin mengenal budaya Korea Selatan lebih dalam lagi, belajar Bahasa Korea adalah langkah yang tepat.

Bersama Korean First, kamu bisa belajar Bahasa Korea dengan cara yang efektif, hemat, dan tentunya menyenangkan. Kegiatan belajar dilakukan sepenuhnya online dengan berbagai materi yang telah dikemas dalam berbagai format digital. Kamu akan dibimbing langsung oleh tutor profesional yang sudah memiliki pengalaman panjang.

Selain itu, tersedia juga kelas EPS Topik untuk persiapan kerja di Korea. Mau tahu informasi biaya dan kurikulum pembelajarannya? Cek disini!

kursus bahasa korea

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here