Gaji 21 juta/bulan, orang Indonesia rebutan melamar kerja di Korea

Pada tahun 2019, Korea Selatan menjadi negeri yang paling diminati untuk mendulang rejeki sebagai kesempatan mengubah nasip bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI). Hal ini tampak jelas terlihat dari banyaknya pendaftar online sebagai PMI di situs resmi BNP2TKI. Sejumlah 24.952 orang di sektor manufaktur.

Peminat yang begitu tinggi ini pun diiringi besarnya kuota yang diberikan oleh pemerintah Korea Selatan kepada PMI. Kuota sebesar 8.800 orang atau sekitar 25,71% dari jumlah keseluruhan tenaga kerja yang diminta oleh pemerintah Korea Selatan. Angka ini juga mengalami peningkatan dari tahun 2018 lalu, yang hanya diberikan sejumlah 7.000-an saja. Kuota sebesar 8.800 orang ini terbagi dari sektor manufaktur sebanyak 4.900 orang dan sektor perikanan sebanyak 3.900 orang.

Selain kuota yang bertambah, gaji pokok yang nantinya dapat diterima oleh PMI pun mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. Kenaikan yang terjadi sebesar 1.745.150 Won/bulan atau setara dengan Rp 21.639.860, 00 jika menurut kurs. Jumlah yang besar ini tentu sangat menggiurkan bagi para PMI yang ingin mengubah nasip keluarga.

 

pekerja indonesia kerja korea

Tatang Budi Utama Razak, sekertaris utama BNP2TKI.

Dalam sebuah wawancara pada 23 Mei lalu di IKOPIN Sumedang, menyampaikan bahwa semua calon PMI yang mengikuti ujian harus sungguh-sungguh jika nanti diterima dan diberangkatkan ke Korea. Tatang mengungkapkan semangat STMJ atau yang merupakan singkatan dari “Syukur, Taat, Memanfaatkan, dan Jangan sia-siakan” harus terus dibawa hingga nanti kembali ke Indonesia.

Ia menjelaskan para PMI yang nanti bekerja di Korea harus bersyukur. Dikarenakan saat ini masih banyak pengangguran di mana-mana namun mereka akhirnya diberikan kesempatan untuk bekerja di Korea. Lalu, jangan lupa untuk taat pada prosedur yang ada, kepada adat istiadat, norma, dan agama yang ada di Negeri Ginseng tersebut. Ia juga mengingatkan jangan sampai PMI terjebak dalam prilaku konsumtif dan narkoba serta mampu memanfaatkan semua kesempatan yang diberikan kepada PMI selama berada di Korea. Lalu yang terakhir adalah jangan sia-siakan peluang yang ada dan jangan pernah putus asa, dan selalu berprasangka baik.

Maka dari itu, dengan ketatnya persaingan serta kesempatan yang tidak selalu datang dua kali ini. Diharapkan seluruh PMI yang nanti dapat bekerja di Korea bisa menjalankan tanggung jawabnya dengan baik karena membawa nama baik Indonesia dan dirinya sendiri.

(sumber: Tribun News & Tirto.id)

 


Mau Bisa Belajar Bahasa Korea Dengan Waktu Yang Flexible?

Yuk Gabung KURSUS ONLINE BAHASA KOREA di KOREANFIRST

Konsultasi dan Pertanyaan seputar Kursus Online

Hubungi admin: 087719424203

Leave a Reply

Your email address will not be published.