Halo Sobat KOREAN FIRST?

안녕하세요? Annyonghaseyo?

     Apakah kamu sudah kenal dengan budaya Korea? Jika belum, sebaiknya kamu simak berbagai hal unik dari budaya orang Korea di bawah ini. Apakah ada yang sama dengan budaya kita? cek yuk detailnya berikut.

1. 한국인의 인사법 (Cara Orang Korea Bersalaman)

      Biasanya orang Korea menganggukkan kepala untuk menyampaikan salam kepada orang lain, tetapi dalam situasi tertentu bersalaman tangan dapat digunakan untuk menyampaikan salam.

     Dalam kesehariannya, orang Korea menyampaikan salam dengan menganggukkan kepala. Salam disampaikan saat pertama kali berjumpa dan saat berpisah. Kepala ditundukkan antara 30 sampai 60 derajat selama 2 hingga 3 detik apabila menyampaikan salam hormat kepada orang yang lebih tua atau dituakan.

     Semakin dalam kita menundukkan kepala kita, semakin hormat salam yang kita sampaikan. Apabila kita berjumpa kembali dengan orang yang lebih tua atau dituakan pada hari yang sama, kita boleh hanya menganggukkan kepala kita sedikit saja. Melambaikan tangan kepada orang yang sederajat, seumur, atau lebih muda daripada kita juga bisa dilakukan untuk menyampaikan salam.

     Ada cara menyampaikan salam yang biasa digunakan dalam keadaan khusus tradisional yang disebut dengan Jeol. Jeol dilakukan dengan meletakkan tangan yang satu di atas yang lain, berlutut, lalu menundukkan badan seperti sujud. Jeol biasa dilakukan saat hari raya, saat bertemu dengan orang yang lebih tua setelah sekian lama tidak berjumpa, dan saat menghormati orang tua dalam upacara pernikahan.

     Dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat, berjabat tangan lazim dilakukan. Biasanya orang yang lebih tua atau posisinya lebih tinggi yang menyodorkan tangan untuk berjabat tangan terlebih dahulu. Biasanya para pria banyak menggunakan jabat tangan sebagai ungkapan salam.

2. 한국의 교육 제도 (Sistem Pendidikan di Korea)

     Sistem pendidikan di Korea terbagi atas 6-3-3-4. 6 tahun di SD, 3 tahun di SMP, 3 tahun di SMA, dan 4 tahun menimba pendidikan di perguruan tinggi. Namun belakangan ini 2-3 tahun di taman kanak-kanak sudah menjadi hal yang biasa. Wajib belajar di Korea saat ini hingga tamat SMP. Satu tahun ajaran terbagi atas 2 semester yang dimulai setiap bulan Maret dan September. Tiap semester diakhiri dengan liburan.

     Untuk tingkat perguruan tinggi, liburan musim panas dimulai pada akhir semester ganjil pada akhir bulan Juni hingga akhir bulan Agustus, sementara liburan musim dingin dimulai pada akhir bulan Desember hingga akhir bulan Februari.

     SD, SMP, dan SMA di Korea rata-rata sudah disetarakan sehingga para pelajar dapat bersekolah di sekolah di dekat tempat tinggal mereka. Akan tetapi untuk masuk perguruan tinggi, para pelajar di Korea harus mengikuti ujian masuk secara terpisah. Para pelajar dapat meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi yang disesuaikan dengan nilai semasa SMA, nilai ujian kemampuan yang diselenggarakan pemerintah, dan juga wawancara dengan pihak perguruan tinggi yang bersangkutan.

     Sejak dahulu bangsa Korea menaruh perhatian besar pada pendidikan. Selain pendidikan intra sekolah, pelajar-pelajar di Korea juga mengikuti pendidikan ekstra di pusat-pusat kursus, kursus privat, dan lain sebagainya. Bangsa Korea menganggap penting pendidikan serta menjadikan pendidikan sebagai rencana jangka panjang dalam kehidupan (백년지계). Oleh karena itu upaya bangsa Korea untuk menggalakkan pendidikan melalui upaya pemantapan sistem pendidikan di Korea akan terus berlangsung.

3. 한국인이 가장 좋아하는 것 (Kegemaran Orang Korea)

     Makanan, olahraga, musim yang digemari setiap orang berbeda karena selera setiap orang berbeda. Kalau begitu apakah selera masyarakat Korea juga berbeda-beda? Menurut survei terhadap 1278 orang Korea berusia lebih dari 15 tahun, bunga yang paling digemari oleh orang Korea adalah mawar (41.6%), tumbuhan yang paling disukai adalah cemara (43.8%). Selain itu musim yang paling digemari adalah musim gugur (42%) serta gunung yang paling disukai adalah gunung Seorak (29.4%).

     Untuk makanan, yang paling digemari adalah doenjang jjigae (22.7%), kimchi jjigae (17.5%), dan kimchi (16.2%). Untuk minuman keras, soju (75.3%) lebih banyak dipilih dibandingkan bir (29.1%).

     Hobi yang paling digemari oleh orang Korea adalah naik gunung (9%), membaca buku (8.3%), mendengarkan musik (7.8%) secara berurutan. Untuk olahraga, sepak bola (15.2%) adalah olahraga yang paling digemari, disusul oleh naik gunung (7.4%), basket (6.4%), berjalan (6.4%).

     Jawaban survei tentang lagu yang paling digemari cukup bervariasi, tetapi lagu ‘만남(pertemuaan)’ ada dalam posisi tertinggi. Sementara film yang paling berkesan adalah “Silmido” (15.1%), “TaeGukGi: Brotherhood of War” (14.4%). Walau pilihan masyarakat Korea dapat saja berbeda sesuai dengan umur dan selera, tetapi secara umum dapat dikatakan selera masyarakat Korea seragam.

4. 한국의 대학 생활 (Kehidupan Mahasiswa di Korea)

     Di Korea apabila menjadi mahasiswa, mahasiswa Korea akan menjadi lebih bebas. Sangat berbeda dengan ketika masih SMA, di mana untuk mempersiapkan ujian masuk perguruan tinggi para pelajar harus belajar sejak subuh hingga larut malam.

     Di perguruan tinggi para mahasiswa harus menentukan sendiri jam kuliahnya. Tidak jarang ada mahasiswa yang bekerja sambilan dan membayar sendiri biaya kuliahnya. Jadwal setiap hari berbeda sehingga ada hari yang sibuk dan juga ada hari yang senggang. Kadang ada juga hari tanpa kuliah. Mahasiswa juga dapat bergabung dengan kegiatan ekstrakurikuler yang cocok dengan dirinya.

     Pergaulan pun menjadi luas. Seusai kuliah para mahasiswa dapat pergi ke norebang atau berolahraga dengan teman-teman. Ada juga mahasiswa yang menjadi akrab dengan lawan jenis. Namun belakangan ini untuk mempersiapkan diri masuk ke dunia kerja, tidak sedikit mahasiswa yang rajin belajar di perpustakaan.

5. 한국의 음식 문화 (Budaya Kuliner Korea)

     Makanan harian orang Korea biasanya terdiri atas nasi, sup, kimchi, dan berbagai macam lauk pauk pendamping. Salah satu ciri khas makanan Korea adalah adanya makanan yang difermentasikan seperti kimchi dan saus “jang”, serta banyak menggunakan bumbu seperti daun bawang dan bawang putih.

     Menurut tradisi makanan Korea tidak dihidangkan satu per satu tetapi dihidangkan sekaligus di atas meja. Saat menyajikan makanan, piring dan mangkuk tidak ditengkurapkan tetapi ditaruh terbuka. Saat makan orang Korea tidak menggunakan tangan ataupun garpu melainkan sendok dan sumpit. Setelah orang yang paling tua mulai makan, yang lainnya baru boleh makan. Setelah orang yang paling tua selesai makan, yang lainnya baru boleh meninggalkan meja makan.

     Saat makan bersama teman atau kenalan, biasanya tidak menggunakan piring, tetapi makan langsung dari piring saji atau panci makanan. Waktu makan mangkuk nasi tidak diangkat dan sebisa mungkin tidak mengeluarkan suara sama sekali.

6. 한국의 집 (Tempat Tinggal di Korea)

Budaya Korea Selatan

     Masyarakat Korea biasanya banyak tinggal di apartemen dan kompleks perumahan. Di kota terdapat banyak apartemen karena apartemen dapat menampung banyak orang dalam lahan yang sempit. “Hanok” atau rumah tradisional Korea terbuat dari paduan alam dan keharmonisan. Pada “Hanok” terdapat sisi kebudayaan Korea. Selain itu, struktur “Hanok” sangat ilmiah. Ondol dipasang untuk menghangatkan harihari musim dingin, lantai kayu dipasang untuk menyejukkan hari-hari musim panas.

     “Hanok” dibuat untuk mengimbangi cuaca Korea yang perbedaan suhu udaranya cukup besar karena keempat musimnya sangat berlainan. Karena pembangunan serta bahan konstruksi “Hanok” sangat beralasan ilmiah, maka “Hanok” praktis dan sangat kuat, sehingga hingga kini masih banyak rumah yang dibangun berdasarkan sisi positif “Hanok”.

7. 한국의 가족 호칭 (Panggilan dalam Keluarga Korea)

     Salah satu sisi yang dapat ditonjolkan dari bahasa Korea adalah kata panggilan dalam keluarga yang sangat beragam. Kata panggilan tersebut berbeda-beda tergantung dari siapa yang memanggil dan siapa yang dipanggil. Yang dimaksud dengan “siapa yang memanggil” adalah apakah dia “dari pihak ayah atau dari pihak ibu” dan apakah dia “pria atau wanita”.

     Biasanya, setelah menikah orang Korea akan tinggal di rumah sang pria. Kata panggilan dalam keluarga pun berdasarkan garis keluarga sang ayah. ‘할아버지, 할머니, 삼촌, 숙모’ dan lain sebagainya berturut-turut berarti ‘아버지의 아버지, 어머니, 남자 형제, 남자형제의 부인’, sementara untuk garis keluarga pihak ibu diberikan imbuhan ‘외-’ sehingga disebut menjadi ‘외할아버지, 외할머니, 외삼촌, 외숙모’.

     Untuk saudara kandung pun kata panggilan berbeda sesuai dengan jenis kelamin sang pembicara. Untuk saudara kandung laki-laki digunakan 형(adik laki-laki kepada kakak laki-laki) dan 오빠(adik perempuan kepada kakak laki-laki), sementara untuk saudara kandung perempuan digunakan 누나(adik laki-laki kepada kakak perempuan) dan 언니(adik perempuan kepada kakak perempuan).

     Biasanya orang yang lebih tua tidak menggunakan kata panggilan, tetapi menggunakan nama saja saatmmemanggil orang yang lebih muda. Selain itu, belakangan ini kata panggilan seperti 언니, 오빠, 형, dan lainmsebagainya banyak dipanggil untuk memanggil orang yang bukan anggota keluarga.

8. 한국의 사계절 (4 Musim di Korea)

Budaya Korea Selatan

      4 musim di Korea dapat terlihat dengan jelas. Musim semi dimulai sejak bulan Maret hingga bulan Mei. Di bulan April bunga banyak bermekaran, sementara di bulan Mei cuaca terus baik dengan suhu sekitar 16-19℃. Selama kira-kira 3 minggu di antara bulan Juni dan Juli hujan seringkali turun. Periode ini disebut “jangma”.

     Apabila periode “jangma” berakhir, musim panas yang sebenarnya akan dimulai. Bulan paling panas adalah bulan Agustus dengan suhu udara sekitar 23-27°C, akan tetapi karena kelembaban sangat tinggi maka akan terasa lebih panas. Orang-orang biasanya pergi berlibur ke kolam renang, pantai, tepi sungai untuk menghindari panas sejak akhir bulan Juli hingga awal bulan Agustus.

     Sejak bulan September cuaca sedikit demi sedikit akan menjadi sejuk dan pada bulan Oktober cuaca musim gugur yang sejuk akan terasa. Musim ini dapat disebut sebagai musim yang baik untuk berkunjung ke Korea. Sejak bulan November cuaca akan menjadi semakin dingin dan mulai bulan Desember musim dingin yang dingin akan tiba. Bulan paling dingin adalah bulan Januari dengan suhu skitar -6~-7°C dan pada saat itu salju akan turun.

9. 한국인의 특별한 생일 – 돌 (Hari Ulang Tahun Istimewa di Korea)

     Pada ulang tahun pertama di Korea, ulang tahun sang bayi dirayakan bersama keluarga dan handai tolan dengan pesta besar. Pesta ini disebut ‘돌잔치(Pesta Dol)’. Pesta ini memiliki maksud berterima kasih karena selama 1 tahun sang bayi dapat dibesarkan dengan sehat walafi at.

     Pada hari itu bayi dipakaikan “hanbok” dan dihadiahkan cincin emas sebagai pengundang kebahagiaan dan kesehatan. Berbagai macam “tteok” dan buah-buahan dihidangkan di atas meja di depan sang bayi. Selain itu pensil, uang, benang, dan lain sebagainya diletakkan di atas meja. Masa depan sang bayi dapat dilihat melalui apa yang diraih oleh sang bayi dari atas meja. Apabila sang bayi meraih pensil ia akan pandai belajar, uang berarti ia akan menjadi kaya, benang berarti akan panjang umur.

     Belakangan ini tergantung orang tua masing-masing diletakkan pula mouse komputer sebagai lambang ahli teknologi informasi, bola sepak sebagai lambang atlet sepak bola, mikrofon sebagai lambang penyanyi, dan lambang pekerjaan lain yang sedang diminati di kalangan masyarakat.

10. 한국인의 취미 생활 (Hobi Masyarakat Korea)

      Menurut survei terhadap masyarakat Korea berusia 15 tahun ke atas, hobi yang paling digemari masyarakat Korea adalah ‘naik gunung’(9.0%), berikutnya ‘membaca buku’(8.3%), ‘mendengarkan musik’(7.8%), ‘game komputer’(5.4%), ‘olahraga’(5.2%), ‘internet dan komputer’(4.5%), serta ‘memancing’(4.1%). Hobi-hobi di atas memiliki penggemarnya sendiri-sendiri sesuai dengan gender dan usia.

     Di peringkat pertama ada ‘naik gunung’ yang biasanya dinikmati oleh kaum pria, peringkat kedua ‘membaca buku’ diminati oleh kaum wanita 30-40 tahun, peringkat ketiga ‘mendengarkan musik’ digemari oleh kaum wanita berusia 20an tahun, peringkat keempat ‘game komputer’ dinikmati oleh kaum pria 10-20 tahun, peringkat keenam ‘internet dan komputer’ disukai oleh kaum wanita berusia belasan tahun, serta di peringkat ketujuh ‘memancing’ diminati oleh kaum pria berusia 30-an tahun.

     Muda-mudi Korea sangat tanggap terhadap alat-alat modern yang berkembang pesat untuk menikmati multi media seperti komputer atau musik. Sebaliknya kaum yang berusia 40-50 tahun lebih menikmati alam seperti naik gunung, memancing, bertamasya, dan lain sebagainya.

     Hobi-hobi yang masuk dalam peringkat 10 besar seperti ‘naik gunung’ dan ‘mendengarkan musik’ sudah menjadi kegemaran masyarakat Korea sejak lama. Akan tetapi hobi-hobi yang 10 tahun yang lalu hanya ada dalam khayalan seperti ‘game komputer’ serta ‘internet dan komputer’ kini menjadi hobi yang berada di peringkat pertama dan kedua bagi muda-mudi Korea. Ini menunjukkan bahwa selera muda-mudi Korea berkembang secara pesat.

11. 한국의 대중교통 수단 (Kendaraan Umum di Korea)

     Secara umum bus, taksi, kereta bawah tanah, kereta api listrik, dan lain sebagainya dapat digolongkan dalam kendaraan umum di Korea. Bus dapat dibagi menjadi bus kota yang beroperasi di seputar kota, kemudian bus luar kota dan bus ekspres yang beroperasi hingga ke luar kota.

     Bus kota dibagi menjadi sebagai berikut, bus wilayah menghubungkan tempat tinggal masyarakat dengan stasiun kereta bawah tanah, sementara bus utama dan feeder yang menghubungkan tempat-tempat di dalam kota, serta bus metropolitan menghubungkan kota dan daerah sekitarnya. Masing-masing bus ini dibedakan dengan warna khusus. Bus wilayah dengan warna hijau muda, bus utama dengan warna biru, bus feeder dengan warna hijau, serta bus metropolitan dengan warna merah. Pada tahun 2015 biaya 1 kali naik bus wilayah 900 Won, bus utama dan feeder 1,200 Won, dan bus metropolitan 2,300 Won.

     Taksi dibagi menjadi taksi biasa dan taksi eksklusif. Taksi ekslusif memiliki tulisan ‘모범’ pada mahkotanya sehingga mudah dibedakan. Biaya buka pintu taksi biasa di Seoul adalah 3,000 Won untuk 2 kilometer pertama dan setiap 144 meter atau 35 detik dikenakan biaya tambahan 100 Won. Sebaliknya biaya buka pintu taksi ekslusif adalah 5,000 Won untuk 3 kilometer pertama dan setiap 164 meter atau 39 detik dikenakan biaya tambahan 200 Won.

     Kereta bawah tanah beroperasi di 6 kota (Seoul, Busan, Daegu, Inchon, Gwangju, Daejeon) dengan biaya pokok 1,250 Won dengan biaya tambahan dalam jarak 10-40 kilometer per 5 kilometernya 100 Won dan dalam jarak lebih dari 40 kilometer per 100 kilometernya 100 won. Kereta api beroperasi untuk jarak antar kota, namun belakangan ini beroperasi juga kereta api modern berkecepatan tinggi yaitu KTX. Dahulu dari Seoul hingga Busan memakan waktu 5 jam dengan kereta api biasa, tetapi sekarang hanya memakan waktu 3 jam dengan KTX.

Gimana? Seru ya hidup di Korea? kamu pengen kesana? jangan lupa dishare dulu ya info bermanfaat ini ke teman-teman kamu. Semoga tahun ini kamu bisa ke Korea dan merasakan langsung budaya korea di sana. Amin. 


Mau Bisa Belajar Bahasa Korea Dengan Waktu Yang Flexible?

Yuk Gabung KURSUS ONLINE BAHASA KOREA di KOREANFIRST

Budaya Korea Selatan

Konsultasi dan Pertanyaan seputar Kursus Online

Hubungi admin: 087719424203