Selamat Datang di Korean First

Pendidikan Terbaik Untuk Siswa Terbaik

소개팅 – Sogae-ting: Kencan Buta Masih Sangat Populer di Korea

Perkara jodoh memang di tangan Tuhan. Kalau ketemu ya syukur, kalau enggak ya… mau gimana lagi? Usaha dong ya! Hehehe. Nah, emang masalah jodoh ini sensitif banget untuk di bahas. Kadang kita malu mengakui kalau kita masih jomblo dan belum punya calon pasangan hidup. Di Indonesia, kalau minta dijodohin sama teman itu kesannya kayak gak laku atau gak bisa cari pasangan sendiri. Akan tetapi, hal ini justru berbeda dengan yang ada di tengah-tengah masyarakat Korea.

Jika kalian meminta untuk dikenalkan dengan orang lain dan melakukan kencan buta, hal itu sudah biasa dan bikanlah hal yang aneh. Di Korea, tidak seperti di Indonesia yang bisa dengan mudahnya mengajak kenalan lawan jenis di pinggir jalan sekali pun, lebih senang mengajak berkenalan di dalam kondisi yang baik dan menyenangkan. Kalian juga pasti sering melihat adegan-adegan seperti ini di drama Korea, bukan?

 

Asal kata소개 – Sogae-tting

Sogae-ting (소개팅) atau kencan buta merupakan akronim dari dua kata yaitu 소개/소개하다 (sogaehada) yang berarti memperkenalkan dan 미팅 yang berasal dari kata serapan bahasa Inggris yaitu meeting/pertemuan. Jadi, secara harafiah, sogae-ting ini bisa diartikan sebagai pertemuan yang dilakukan untuk memperkenalkan diri. Istilah ini muncul untuk menggambarkan pertemuan-pertemuan yang sering dilakukan di masyarakat Korea. Tidak hanya merujung pada pertemuan kencan buta seperti ini, kata –팅 sendiri sering ditempelkan pada hal-hal lain seperti 동아리팅 (dongari-tting) yang bermakna pertemuan club (dongari).

 

Ternyata ada banyak jenis kencan buta

 

http://enews.imbc.com/News/RetrieveNewsInfo/54099

 

 

Seiring perkembangan zaman, kencan buta pun turut berkembang di masyarakat Korea. Setidaknya ada empat jenis kencan buta yang biasa dilakukan oleh masyarakat Korea yaitu yang pertama adalah Sogae-ting (소개). Sogae-ting adalah kencan buta yang dilakukan perorangan, biasanya orang yang mengatur kencan buta ini adalah orang yang mengenal kedua belah pihak. Contohnya, Min-ho mengenal Siti dan tahu kalau Siti sedang jomblo. Min-ho juga mengenal Chang-min yang juga jomblo. Akhirnya, Min-ho pun menawarkan diri sebagai “mak comblang” kedua orang itu. Biasanya si Min-ho inilah yang akan mengatakan di mana dan kapan kedua orang itu bisa bertemu dan saling berkenalan, biasanya di kedai kopi atau di rumah makan.

Jenis kencan buta yang kedua adalah meeting (). Istilah ini sebenarnya memiliki dua makna di masyarakat Korea sendiri. Meeting yang dimaksud bisa bermakna rapat atau pertemuan resmi; bisa juga berarti “meeting” yang dilakukan sekelompok perempuan dan laki-laki untuk saling mengenal. Biasanya jumlah laki-laki dan perempuan itu seimbang dan pertemuan ini dilakukan di rumah makan yang enak. Tujuan dari meeting ini adalah untuk menambah teman atau bisa juga mencari jodoh. Kegiatan meeting seperti ini juga paling banyak dilakukan oleh mahasiswa atau mahasiswi yang senang berkumpul bersama-sama.

 

http://dory.kr/1301

 

 

Berikutnya adalah beongae-ting (). Beongae-ting ini berasal dari akronim antara beongae yang berarti kilat dan ting yang berarti meeting. Jadi bisa dibilang ini kencan buta yang berlangsung kilat atau cepat. Makna kilat di sini merujuk pada pertemuan yang dilakukan  oleh sepasang muda-mudi yang berkenalan melalui jaringan internet dan memutuskan untuk saling mengenal di dunia nyata. Jadi perkenalan mereka tidak melalui orang ketiga. Mereka bertemu dengan kemauan mereka sendri.

Jenis kencan buta yang terakhir adalah mat-seon () atau  seon (선). Jenis kencan buta yang satu ini merupakan kencan buta yang dilakukan secara profesional dan resmi. Biasanya diatur oleh keluarga yang ingin memberikan pasangan yang terbaik bagi anak mereka. Banyak kalangan atas di masyarakat Korea yang melakukan mat-seon kepada anaknya. Lokasi yang dipilih untuk melakukan kencan buta jenis ini pun pasti elit, seperti di hotel bintang lima atau restoran mewah.

 Akibat dari gaya hidup yang serba dinamis

Kencan buta yang cukup terkenal di masyarakat Korea sendiri sebenarnya menandakan bahwa perkara jodoh mungkin bukanlah hal yang paling utama dipikirkan oleh mereka. Kebanyakan dari masyarakat Korea lebih memilih untuk fokus kepada karir dan cita-cita sendiri terlebih dahulu sebelum mereka memikirkan waktu untuk berkencan atau jodoh. Gaya hidup yang serba dinamis dan selalu bergerak cepat-cepat pun membuat orang Korea merasa berkencan merupakan sesuatu yang buang-buang waktu saja. Jadi, kebanyakan dari mereka lebih suka diperkenalkan dengan orang lain atau melakukan kencan buta ketimbang mencari jodohnya sendiri, selain menghemat waktu, orang Korea juga tidak begitu percaya dengan cinta pandangan pertama.

Tidak semua kencan buta berakhir baik

Jadi, kencan buta di sini tidak harus semuanya berakhir dengan pacara atau apa, kebanyakan dari orang Korea melakukan banyak sekali kencan buta sebelum menemukan seorang yang bisa menjadi pacar atau pasangan mereka. Kencan buta yang berlangsung baik biasanya akan berakhir dengan kedua orang tersebut saling bertukar nomor handphone dan melakukan pendekatan lebih lanjut, akan tetapi, jika kencan buta tersebut tidak berlangsung dengan baik. Mereka akan berakhir di tempat tanpa melakukan pertukaran informasi seperti nomor handphone atau yang lainnya.

Nah, bagaimana sobat Korean First? Penasaran dengan kencan buta yang dilakukan oleh orang Korea? Yuk, beranikan diri untuk mengenal orang Korea lebih dekat!

Baca juga:

‘혼밥 – Honbap’ : Makan Sendirian Menjadi Fenomena Budaya Baru di Korea

‘해장 – Haejang’ : Makanan adalah Obat Untuk Mengatasi Rasa Mabuk

‘결혼식 – Pernikahan’ : Hadiah untuk Pengantin Baru di Korea

고시원 – Goshiwon : Tempat Tinggal Paling Murah di Korea

6 Alasan Mengapa Masyarakat Korea Melakukan Operasi Plastik

KOREAN FIRST © 2018