kerja di korea

Dalam berbagai tayangan K-drama, penonton sering kali disuguhkan dengan skenario-skenario yang memperlihatkan rutinitas orang-orang di lingkungan kerja. Untuk yang sudah kepalang fanatik dengan serial K-drama, tayangan seperti itu tidak jarang membuat mereka terinspirasi untuk minggat ke Korea demi menemukan pujaan hati di tempat kerja dan hidup bahagia selama-lamanya.

Memangnya kerja di Korea se-indah dan se-romantis itu, ya? Berdasarkan pengakuan mereka-mereka yang sudah berpengalaman kerja di Korea, begini kenyataannya:

Etos Kerja Warga Korea Gak Main-Main!

Jika kamu sudah pernah melihat kualitas kerja orang-orang Jepang atau Cina, kamu akan menemukan hal yang serupa pada warga Korea Selatan. Etos kerja mereka sangat tinggi. Ditambah budaya palli-palli (cepat-cepat) mereka juga turut mengakar hingga ke lingkungan kerja.

Seorang youtuber Korea Selatan melalui kanalnya, Simply SSOL, sempat membicarakan terkait hal ini. Dalam video berjudul Korean Work Environment. Working in Korea-What you should know! ia mengungkapkan bahwa kerja lembur pun sudah menjadi sesuatu yang normal di sebagian besar perusahaan.

Di Indonesia, kita mengenal sistem durasi kerja mulai pukul 9.00 sampai 17.00. Sedangkan di Korea umumnya dimulai pukul 9.00 sampai 18.00. Selain itu, jangan heran jika kamu menemukan banyak tugas yang tidak sesuai dengan peran (tidak sesuai job desc). Orang Korea sudah terbiasa dengan cara kerja seperti ini.

Dibalik Kerja Melelahkan Ada Nominal Besar yang Menanti

Jangan patah semangat dulu! Walau bagaimanapun, semua kerja kerasmu akan dibayar dengan nilai yang sepadan. Tahun lalu Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) sempat mengungkapkan perihal nominal pendapatan per bulan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Korea Selatan.

Seorang PMI bisa menghasilkan pendapatan hingga Rp30 juta per bulannya. Bahkan, tabungan mereka pun bisa mencapai miliaran rupiah. Informasi ini diungkapkan langsung oleh Plt Kepala BNP2TKI, Tatang Budie Utama Razak, saat menghadiri rapat bersama Komisi IX DPR RI.

Rasanya Kerja di Korea Sebagai Pekerja Asing

Bekerja di negeri orang bisa menjadi suatu keputusan baik ataupun buruk. Tergantung cara kita memulai dan menjalaninya.

Melalui salah satu video unggahannya, youtuber David J Robbins sempat mewawancarai beberapa orang asing yang tinggal dan bekerja sebagai guru Bahasa Inggris di Korea. Dan pengakuan mereka cukup bikin penasaran.

Sebagai pekerja asing, mereka semua kompak merasakan dan mengalami hal yang senada; awalnya berencana untuk tinggal selama satu tahun, tapi kemudian bablas sampai bertahun-tahun. Bahkan, satu diantaranya sudah menetap sampai 9 tahun lebih.

Menjadi guru bahasa asing di Korea Selatan adalah salah satu profesi terbaik yang bisa kita pilih sebagai pekerja asing. Albert, salah satu narasumber mengungkapkan bahwa honor yang ditawarkan cukup menjanjikan. Semua kebutuhanmu untuk jalan-jalan, hangout di Korea, akan terpenuhi hanya dengan menjadi seorang tenaga pengajar. Bahkan, kita juga masih bisa nabung.

Perihal romantisasi kehidupan para pekerja adalah sesuatu yang lain, itu semua tergantung seberapa beruntungnya kamu! Yang pasti, menjadi pekerja asing di Korea Selatan itu bisa bikin lupa pulang.

Pekerjaan Low-skill Tetap Dihargai Tinggi

Linguamarina, seorang pengusaha yang juga aktif sebagai youtuber sempat membocorkan informasi menarik terkait upah low-skill job atau pekerjaan kasar di Korea Selatan.

Suatu hari dalam perjalanannya, seorang tour guide menceritakan bahwa para pekerja konstruksi bangunan di Korea Selatan bisa menghasilkan hingga US$60 dalam satu hari. Itu setara dengan Rp880 ribu lebih (kurs 21/08/20).

Sebenarnya perihal upah pekerja di Korea Selatan yang terbilang fantastis ini sudah sering menjadi bahan obrolan, termasuk oleh para TKI di sana. Kendati begitu, ada satu syarat khusus yang wajib kita miliki jika ingin kerja di Korea, yaitu sertifikasi EPS TOPIK.

Apa itu EPS TOPIK?

Employment Permit System – Test of Proficiency in Korean atau yang disingkat sebagai EPS TOPIK adalah ujian kemampuan Bahasa Korea yang diperuntukkan khusus bagi calon tenaga kerja asing yang ingin bekerja di Korea Selatan. Syarat ini bersifat wajib untuk semua level pekerja.

Sebelum mengikuti tes EPS TOPIK, calon pekerja disarankan mengikuti kelas persiapan agar skor ujian bisa memenuhi standar yang dibutuhkan. Jika kamu mengikuti kelas persiapan EPS TOPIK di Korean First, kamu bisa mendapat lebih dari sekadar latihan soal. Info selengkapnya bisa kamu lihat disini!

1 Comment

Leave a Comment