Mengejutkan, UMR Korea Tahun 2020 Hanya Naik 2,87%!

Mengejutkan, UMR Korea Tahun 2020 Hanya Naik 2,87%!

Info Penting

Setelah musyawarah panjang, pemerintah Korea Selatan akhirnya memutuskan untuk menaikan UMR, Jumat (12/7) pukul 05.30. Upah minimum tahun 2020 adalah  8,590 KRW (Rp 102.135, 00) per jamnya menjadi 1,795,310 KRW (Rp 21.274.423,00). Angka ini hanya mengalami peningkatan sebesar 2,87% dari UMR tahun lalu yang berjumlah 8,350 KRW. Dikit juga ya naiknya?

Kenaikan UMR di Korea Selatan 

Kenaikan UMR Korea yang terendah selama satu dekade ini terjadi diakibatkan oleh perlambatan ekonomi dan buruknya kondisi lapangan pekerjaan di Korea. Dibandingkan dengan kenaikan UMR pada tahun 2019 lalu. Yang mana bisa mencapai 10,9%. Kenaikan yang rendah pada tahun 2020 juga merupakan kenaikan terendah ketiga sejak tahun 1988.  Wah ternyata negara maju juga ada masalah kaya gini?

Hong Nam-ki, Menteri Ekonomi dan Keuangan Korea, mengatakan bahwa keputusan ini telah bulat dan tidak akan membahas hal ini lagi di parlemen. Dikarenakan keputusan dari komisi tersebut sudah yang terbaik dari berbagai faktor ekonomi.  

Walau sesungguhnya masyarakat Korea mengharapkan peningkatan “satu digit” karena Presiden Moon Jae-in telah memberikan sinyal adanya fleksibilitas di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi. Ternyata hal itu tidak dapat diwujudkan. Janji Presiden Moon Jae-in pada saat pemilu lalu tentang menaikan UMR Korea menjadi 10,000 KRW pada tahun 2020 pun sudah dipastikan hanya isapan jempol semata. 

Dampak Kenaikan UMR

Padahal, pada tahun 2018, Korea sempat mengalami kenaikan UMR tertinggi dalam 17 tahun, yaitu sebesar 16,4%. Banyak masyarakat yang berharap kenaikan seperti itu terus stabil selama masa kepemimpinan Presiden Moon Jae-in. Namun, meski kenaikan UMR ini diantisipasi, reaksi buruk justru datang dari kalangan perusahaan-perusahaan serta toko-toko menengah ke bawah karena meningkatnya biaya tenaga kerja. Padahal kenaikan UMR tersebut dimaksudkan untuk merangsang pertumbuhan ekonomi namun para pengusaha menengah ke bawah justru memberhentikan para pekerja paruh waktu yang berdampak pada perlambatan pertumbuhan pekerjaan.

Park Joon-shik, Kepala Dewan Pengupahan, mengatakan bahwa negara telah memperhitungkan kondisi ekonomi yang sulit tersebut dalam mengambil keputusan akhir tentang UMR.

“Perekonomian Korea sendang mengalami kemunduruan. Dalam proses mengejar kondisi ekonomi dan sosial yang lebih baik, situasi saat ini sangat membutuhkan penyesuaian percepatan dan arah,” ujar Park. Keputusan yang sangat kontroversial ini tentu mengundang protes keras dari kalangan buruh yang menagih janji pemilu Moon Jae-in pada tahun 2017 lalu.

(sumber: KBS News & The Korean Herald)

Gaji UMR di Korea tersebut termasuk tinggi bagi TKI  yang lagi mengumpulkan uang di sana. Walau jam lembur banyak yang dikurangi, kita tetap bisa ngumpulin pundi-pundi Won di Korea. Bagi kamu yang ingin bekerja ke Korea, saatnya sekarang belajar bahasa Korea. Lulus ujian EPS TOPIK adalah syarat mutlak untuk bisa bekerja ke sana. Ikuti kursus online bahasa Korea di Korean First. Kamu bisa berangkat bekerja ke Korea dengan biaya hemat.

 


Mau Belajar Bahasa Korea Dengan Waktu Yang Flexible?

Yuk Gabung KURSUS ONLINE BAHASA KOREA di KOREAN FIRST

Konsultasi dan Pertanyaan seputar Kursus Online

Hubungi admin: 087719424203

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Skip to toolbar