Sebagai salah satu negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia, sejarah Korea Selatan berangkat dari kondisi serupa seperti Indonesia. Tahun 1949, Republik Indonesia tengah berkonflik dengan agresi militer Belanda, selang beberapa tahun kemudian, perang saudara mulai bergejolak di Semenanjung Korea.

Sebelumnya Kolonialisme Jepang di Korea Selatan maupun Indonesia berakhir setelah kekalahannya dalam Perang Dunia II melawan Sekutu di tahun 1945. Pasca Semenanjung Korea terbelah dua, Korea Selatan memulai perjalanan barunya sebagai salah satu negara termiskin di dunia hingga lebih dari satu dekade setelahnya. Data dari World Bank menyebutkan GDP perkapita Korea Selatan di tahun 1955 hanya berada di angka US$64 dengan nilai ekspor US$42 juta saja.

Kondisi Awal Sejarah Korea Selatan

Kala itu, sebagian besar masyarakat Korea Selatan bekerja di sektor agraris, berbeda dengan industrialisasi besar-besaran di Korea Utara yang didukung oleh Uni Soviet.

Dalam perjalanan sejarah Korea Selatan pernah mengalami masa industrialisasi pada awal abad 20, sekitar periode 1910 hingga 1945, ketika Jepang kian agresif dalam memperluas pengaruhnya di Asia Timur.

Pemerintahan kolonial Jepang menciptakan layanan sipil profesional dan pembangunan efisien yang bekerja erat dengan bisnis swasta dan bank untuk mencapai target ekonomi.

Banyak industri tersebut dibangun di area utara, di wilayah sekitar perbatasan Korsel dan Korut saat ini. Sayangnya, itu semua adalah bentuk eksploitasi yang dirancang hanya untuk menguntungkan Jepang semata.

Masa Kebangkitan Menjadi Negara Maju

Masa kebangkitan dalam sejarah Korea Selatan dimulai di bawah pemerintahan Jenderal Park Chung-hee yang berkuasa sejak kudeta terhadap rezim otoriter Syngman Rhee pada Mei 1961.

Sejarah Korea Selatan diwarnai oleh pemerintahan yang demokratis dan otokratis secara bergantian. Republik yang pertama berdiri sangat demokratis, namun lambat laun berubah menjadi otokratis hingga akhirnya jatuh di tahun 1960. Barulah di Republik keenam menjadi pemerintahan yang stabil.

Foto: Park Chung Hee

Ketika Korea Selatan berada di bawah pimpinan Park Chung Hee, negara ini perlahan-lahan bangkit menjadi negara maju seperti yang kita kenal sekarang. Nilai-nilai konfisius ditamankan oleh rezim ini hingga mengakar kuat dalam pola berpikir masyarakat Korea, hingga kemudian menghasilkan masyarakat yang aktif dalam komunitas dan mengutamakan kepentingan bangsa. Perlahan, pola pemikiran ini mulai terbawa masuk ke lingkungan perusahaan.

Park Chung Hee sukses menormalisasi hubungan dengan Jepang dan menjalin kesepakatan. Dari Jepang, Korea Selatan memperoleh dana hibah US$300 juta dan pinjaman US$500 juta untuk pembangunan.

Selain itu, Park Chung Hee juga mengembangkan ekonomi Korea Selatan dengan suatu kebijakan yang dikenal sebagai CHAEBOL; kebijakan untuk mendukung perusahaan dalam negeri berupa subsidi, keringanan pajak, dan kemudahan perizinan.

Kini, perusahaan dari Korea Selatan seperti Samsung, LG, Hyundai, dan SK menjadi motor penggerak perekonomian Korea Selatan. Simbiosis antara konglomerat dan pemerintah adalah kekuatan utama perekonomian Korea Selatan.

Atas jasa-jasa pemerintahan Park Chung Hee, ia kemudian dikenal oleh rakyatnya sebagai tokoh pelopor kemajuan perekonomian dalam sejarah Korea Selatan. Hingga akhir hayatnya pada tahun 1979 akibat dibunuh oleh Kepala Badan Intelijen Korea Selatan Kim Jae Gyu, ekonomi Korea Selatan telah bangkit dan berkembang sangat pesat.

Hingga pada tahun 2018, GDP Korea Selatan telah menyentuh angka US$31.362 sehingga menjadikan negara ini sebagai negara maju yang disegani di kawasan Asia.

Mengenal Sejarah Korea Selatan Lebih Dalam Melalui Bahasa

Bahasa merupakan salah satu gerbang utama untuk mengenal budaya dan sejarah suatu bangsa. Melalui bahasa, kita bisa mempelajari setiap aspek kehidupan masyarakat secara lebih intens. Oleh karenanya, jika kamu ingin mengenal sejarah Korea Selatan lebih dalam lagi, belajar Bahasa Korea adalah langkah yang tepat.

Bersama Korean First, kamu bisa belajar Bahasa Korea dengan cara yang efektif, hemat, dan tentunya menyenangkan. Kegiatan belajar dilakukan sepenuhnya online dengan berbagai materi yang telah dikemas dalam berbagai format digital. Kamu akan dibimbing langsung oleh tutor profesional yang sudah memiliki pengalaman panjang. Selain itu, tersedia juga kelas EPS Topik untuk persiapan kerja di Korea.

Mau tahu informasi biaya dan kurikulum pembelajarannya? Cek disini!

Leave a Reply

Your email address will not be published.